Pemprov DKI Hanya Buka Operasional Terminal Pulogebang

Pemprov DKI Hanya Buka Operasional Terminal Pulogebang
Ruang tunggu penumpang di Terminal Terpadu Pulogebang sepi, Kamis (9/4/2020) menjelang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). (Foto: Antara / Andi Firdaus)
Yustinus Paat / MPA Senin, 11 Mei 2020 | 16:39 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya membuka operasional terminal Pulogebang, Jakarta Timur di tengah ketentuan pelonggaran operasional transportasi. Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran No SE.9/AJ.201/DRJD/2020 tentang diizinkannya kembali beroperasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) selama larangan mudik berlangsung.

"Dilakukan pembukaan operasionalnya di terminal Pulogebang saja untuk Jabodetabek. Hanya 1 terminal itu saja yang beroperasi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Syafrin menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap para penumpang bus di terminal Pulogebang. Sesuai dengan Surat Edaran Ketua Gugus Tugas Nomor 4 tahun 2020, yang diperbolehkan ke luar kota adalah WNI yang dipulangkan dari luar negeri, warga yang memiliki anggota keluarga yang meninggal dunia, warga yang sakit berat dan perlu dirujuk ke RS lain, dan pejabat negara atau ASN yang memiliki surat tugas.

"Di jalan akan diperiksa oleh rekan-rekan kepolisian yang ada di cek poin. Kalau ke arah Surabaya, banyak cek poinnya. Ada Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jateng, dan Jatim. Jadi, artinya pemeriksaan di lapangan akan berlapis," tandas dia.

Syafrin juga meminta seluruh perusahaan otobus (PO) untuk memperketat persyaratan pembelian tiket bus kepada setiap penumpang. "Kemudian, disampaikan ke Dishub untuk dilakukan pengecekan. Sehingga, pada saat penumpang akan check in, itu kita sudah terkonfirmasi surat-surat yang ada," ungkap dia.

Lebih lanjut, Syafrin menuturkan waktu operasional bus AKAP di terminal Pulogebang hanya berlaku dari Pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Namun, itu harus terus dievaluasi, untuk memastikan tak terjadi kepadatan di sana.

"Sementara kita batasi dulu (waktunya) dan para penumpang tetap menjaga physical distancing," pungkas Syafrin.



Sumber: BeritaSatu.com