Stasiun Gambir dan Terminal Pulogebang Sepi Penumpang

Stasiun Gambir dan Terminal Pulogebang Sepi Penumpang
Suasana lengang Stasiun Gambir Jakarta Pusat ditengah situasi pandemi Covid-19 dan diperbolehkan perjalanan dengan keperluan khusus oleh pemerintah pusat, Jumat (15/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Carlos Roy Fajarta / FER Jumat, 15 Mei 2020 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meski pemerintah sudah memperbolehkan perjalanan dengan persyaratan khusus bagi para pekerja ataupun masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus (bukan mudik) suasana Stasiun Kereta Gambir dan Terminal Pulogebang masih terpantau sepi, Jumat (15/5/2020).

Menurut hasil pengamatan Beritasatu.com di lokasi Stasiun Gambir Jakarta Pusat terpantau cukup lengang. Hanya ada sejumlah calon penumpang yang mengantre di sekitar loket pembelian maupun refund tiket.

Rio (23) warga Palmerah menyebutkan dirinya datang untuk melakukan refund tiket yang sudah dibeli beberapa minggu yang lalu karena adanya larangan mudik oleh pemerintah ditengah pandemi virus Corona (Covid-19).

"Tadinya mau ke Tulung Agung rencananya tiketnya hari ini berangkat jam 5 sore tapi dibatalkan sejak ada keputusan dilarang mudik. Tapi ya untung nya bisa refund 100 persen sebesar Rp 460.000 untuk rute Gambir-Tulung Agung," kata Rio.

Arie Oktiyansyah (25) warga Pondok Cabe datang ke Stasiun Gambir untuk melakukan pemesanan tiket kereta karena ia bersama 11 orang rekan kerjanya akan melakukan perjalanan dinas dari pihak perusahaan.

"Rencananya hari Minggu 17 Mei kita berangkat ke Surabaya karena ada pekerjaan kantor. Persyaratannya sudah kita penuhi seperti surat keterangan kerja, hasil negatif rapid test, dan KTP," kata Arie yang bekerja di perusahaan Baker Hughes itu.

Sementara itu, Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, jumlah penumpang yang bisa berangkat menggunakan perjalanan khusus tidak terlalu ramai karena memang diberlakukan persyaratan yang cukup ketat.

"Hari ini ada 50 penumpang naik dari Stasiun Gambir, Kamis (14/5) ada 44 penumpang naik dan 39 penumpang turun. Pada Rabu (13/5) ada 36 penumpang naik dan 31 penumpang turun, sedangkan pada Selasa (12/5) ada 30 penumpang naik dan 15 penumpang turun," ujar Eva.

Selama 4 hari tersebut (12-15 Mei 2020) ada sebanyak 214 orang mengajukan izin berangkat dan ada sebanyak 53 orang yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan.

Sementara itu, Kepala Terminal Bus Pulo Gebang, Bernard Pasaribu menyebutkan suasana sepi masih terjadi karena persyaratan yang dibutuhkan untuk berangkat dengan keperluan khusus menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diperiksa administrasinya secara detail.

"Sejak Sabtu 9 Mei hingga Kamis 14 Mei ada sebanyak 16 bus berangkat dengan jumlah penumpang 90 orang berangkat. Sedangkan di periode yang sama ada 12 bus tiba dengan jumlah penumpang sebanyak 43 orang. Untuk jumlah penumpang ditolak totalnya hingga kemarin ada 53 orang," kata Bernard.



Sumber: BeritaSatu.com