Antisipasi Daging Oplosan, Satgas Pangan Kota Bogor Sidak Pasar Tradisional

Antisipasi Daging Oplosan, Satgas Pangan Kota Bogor Sidak Pasar Tradisional
Petugas Pemkot Bogor tengah melakukan uji sampel daging dalam sidak di Pasar Anyar, Kota Bogor, Sabtu 16 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Pemkot Bogor)
Vento Saudale / FER Sabtu, 16 Mei 2020 | 19:53 WIB

Bogor, Beritsatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satgas Pangan melakukan pemantauan dan uji sampel daging di dua pasar di Kota Bogor. Hal itu untuk mengantisipasi beredarnya daging oplosan sapi dan celeng sekaligus memantau ketersediaan stok pangan jelang Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Baca Juga: Pemkot Bogor Ajukan Perpanjangan PSBB

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Syarif menuturkan, petugas melakukan pengecekan dengan mengambil uji sampel daging di kawasan Pasar Anyar dan Pasar Bogor.

"Berdasarkan pemeriksaan, dari beberapa sampel di dua pasar. Kami tidak menemukan daging oplosan. Semua daging layak untuk konsumsi,” terang Ade, Sabtu (16/5/2020).

Ade Sarip menyatakan, kegiatan serupa masih akan terus dilakukan untuk memantau ketersediaan dan keamanan pangan.

"Kita akan lakukan di pasar lainnya. Prinsipnya kami akan melakukan perintah wali kota dalam rangka mengamankan, memberikan rasa nyaman serta kehalalan pangan yang ada di pasaran,” tandasnya.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah

Meski tidak ditemukan daging oplosan, namun petugas menemukan pedagang yang menjual telur infertil atau hatched egg (HE), baik di Pasar Bogor maupun pasar Anyar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Anas S Rasmana menyatakan, telur HE ini seharusnya tidak boleh diperdagangkan. Telur HE sendiri berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler atau ayam pedaging.

Telur tersebut bisa berasal dari telur fertil namun tak ditetaskan perusahaan breeding, tetapi seharusnya tak dijual sebagai telur konsumsi di pasar.

“Pedagang menjualnya dengan kondisi sudah direbus. Memang masih layak konsumsi tapi tidak boleh diperjualbelikan. Yang tidak boleh dikonsumsi yang dijual dalam keadaan rusak. Itu banyak kami temukan,” ungkap Anas.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penjualan Daging Babi Ilegal

Anas menambahkan, akan melakukan pendalaman terhadap temuan ini hingga mencari perusahaan yang mendistribusikan telur HE tersebut.

“Untuk penjualannya ada sanksi. Baik teguran maupun pidana. Kita bekerjasama dengan kepolisian mencari sumbernya. Infonya dari luar Kota Bogor,” tandasnya.

Mengenai harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Muzakkir, masih relatif stabil.

"Harga kebutuhan pokok masih relatif stabil hanya saja yang masih harga tinggi adalah gula pasir. Tapi kami dari Pasar Pakuan Jaya beberapa hari mendatang akan turun untuk menetralkan harga pasar, kita akan jual harga gula itu di Rp 12.500 per kg tapi kita batasi maksimal pembelian 2 kg per KTP. Sekarang di pasaran harganya bervariasi ada yang Rp16.000 hingga Rp 20.000,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com