Pedagang Nekat Berjualan di Trotoar Pasar Tanah Abang

Pedagang Nekat Berjualan di Trotoar Pasar Tanah Abang
Pedagang menjajakan dagangannya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020), walau aktivitas mereka dilarang terkait pembatasan sosial berskala besar terkait Covid-19. (Foto: Berita Satu / Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / BW Senin, 18 Mei 2020 | 15:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang hari raya Idulfitri, aktivitas jual beli kembali menggeliat di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Padahal operasional pasar masih dihentikan untuk mencegah penyebaran virus corona. Tuntutan kebutuhan ekonomi, mendorong pedagang membuka lapak, kendati harus menyalahi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Senin (18/5/2020) siang, ratusan pedagang menjajakan dagangannya di jalur pedestrian sekitar Jalan Jatibaru hingga area Blok F Pasar Tanah Abang. Selain itu, beberapa kios yang berada di lantai dasar juga terlihat buka.

Mayoritas pedagang menjual pakaian seperti baju gamis, celana jeans, baju koko, jilbab, kaos, celana pendek, daster, aneka baju anak, dan pakaian dalam. Rata-rata mereka membanderol dagangan dengan harga Rp 35.000 atau Rp 100.000 untuk tiga potong pakaian.

"Ayo baju anak, baju anak, tiga Rp 100.000. Harga corona," teriak salah satu pedagang, di trotoar dekat Area Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Salah satu pedagang celana, Sopian (42) mengatakan, dia terpaksa berdagang karena kebutuhan ekonomi.

"Ya mau bagaimana lagi, saya asal bisa bayar kontrakan sama beli makan. Syukur-syukur bisa beli baju lebaran buat anak istri," kata Sopian yang biasanya berjualan kopi keliling, kemudian beralih menjadi penjual celana beberapa hari ini. Ia berjualan di jalur pedestrian area Blok F Pasar Tanah Abang.

Sopian mengungkapkan, dia dan pedagang lain mulai membuka lapak pada Sabtu kemarin. Setiap hari, mereka harus kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP yang melakukan penertiban.

"Ada penertiban, sehari bisa tiga kali. Iya begitu (kucing-kucingan). Ini baru keluar lagi. Saya cuma asal buat bayar kontrakan, ini sudah dua bulan nunggak. Sebulan ini tidak ada penghasilan, tidak mungkin di rumah terus. Mau pulang kampung sama istri tidak bisa," ungkapnya.

Sopian berharap, pandemi virus corona bisa segera teratasi sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan normal lagi. "Iya harapannya segera hilang corona. Bisa normal lagi," katanya.

Kawasan Pasar Tanah Abang juga ramai dikunjungi pembeli, yang didominasi ibu-ibu. Kendati sebagian besar pedagang dan pembeli menggunakan masker, susah untuk menerapkan jaga jarak karena situasi sangat padat.

Ratusan sepeda motor dan mobil juga terlihat parkir di bahu jalan dan trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang. Juru parkir tidak resmi meminta tarif Rp 5.000 untuk satu unit sepeda motor.

Sekitar pukul 12.30 WIB, puluhan anggota Dishub DKI Jakarta, tiba-tiba datang melakukan penertiban dan penindakan terhadap kendaraan yang parkir liar itu. Sejumlah mobil digembosi bannya.

Pasca-penertiban, para juru parkir dadakan itu terlihat santai. Bahkan, mereka tetap saja menawarkan pengunjung untuk parkir di bahu jalan.



Sumber: BeritaSatu.com