Ribuan PMKS Terjaring di Jakarta Selama Ramadan

Ribuan PMKS Terjaring di Jakarta Selama Ramadan
Seorang penyandang masalah kesejahteraan social (PMKS) diamankan Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Senin (18/5/2020). (Foto: Antara)
/ BW Senin, 18 Mei 2020 | 15:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 1.542 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring selama bulan Ramadan di Jakarta. Mereka langsung diperiksa untuk memastikan bebas dari Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Arifin mengatakan, 1.542 PMKS tersebut diperiksa sebelum dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

"Jumlahnya sangat terukur dan kami catat semuanya. Hingga Minggu, jumlahnya sudah 1.542. Kami lakukan penjangkauan lalu ditampung di GOR dan diperiksa oleh Dinkes," kata Arifin saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/5/2020).

PMKS yang terjaring tersebut, kata Arifin, mayoritas merupakan warga luar ibu kota seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka tertangkap ketika mendekati jam berbuka puasa.

Kemudian, PMKS tersebut dibawa ke gedung olahraga terdekat dari tempat mereka diamankan untuk ditampung dan diperiksa Covid-19 sebelum dipulangkan ke daerahnya.

"Dibawa ke GOR terdekat. Masing-masing wilayah sudah ada GOR. Seperti Jakarta Pusat di GOR Tanah Abang, Jakarta Utara di GOR Sunter, Jakarta Barat di GOR Cengkareng, Jakarta Selatan di GOR Pasar Minggu, Jakarta Timur di GOR Ciracas," ujar Arifin.

Arifin mengimbau kepada para donatur yang ingin memberikan bantuan berupa makanan ataupun uang kepada PMKS, alangkah baiknya dipercayakan kepada Pemprov DKI dan lembaga terpercaya lainnya.

Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kerumunan di jalanan merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kami imbau patuhi PSBB. Jangan ke luar kalau tidak penting. Jangan bagikan sesuatu di jalanan yang timbulkan kerumunan. Kalau ada bantuan yang dimiliki, lebih baik berikan kepada lembaga saja," katanya.



Sumber: ANTARA