Antisipasi Kerumunan, Pemkot Bogor Tutup Akses ke Pasar Anyar dan Kebon Kembang

Antisipasi Kerumunan, Pemkot Bogor Tutup Akses ke Pasar Anyar dan Kebon Kembang
Akses jalan menuju dari arah MA Salmun Pasar Anyar ditutup untuk kendaraan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir membludaknya masyarakat ke pasar, Selasa 19 Mei 2020. (Foto: BeritaSatu Photo)
Vento Saudale / YUD Selasa, 19 Mei 2020 | 19:17 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot Bogor) menutup lima akses kendaraan menuju pasar trandisional Pasar Anyar dan Pasar Kebon Kembang. Penutupan akses kendaraan itu, dilakukan untuk membatasi dan meminimalisir membludaknya masyarakat ke pasar.

Lima ruas jalan yang ditutup yakni, Jalan Dewi Satrika, MA Salmun, Pengadilan, Sawojajar, dan Jalan Kedungsawah. Kepala Dinas Pehubungan (Didhub) Eko Prabowo menuturkan, maksud penutupan akses kendaraan itu untuk melancarkan lalu-lalang masyarakat yang beraktivitas di pasar.

Baca juga: Anies Perpanjang PSBB Jakarta sampai 4 Juni

“Kemarin PKL yang berada di ruas jalan sudah dibersihkan. Terlihat masih ada penumpukan masyarakat, karena adanya kendaraan yang lalu lalan di area pasar sehingga mulai hari ini hingga selesai PSBB tahap III kita tutup,” kata Eko, Selasa (19/5/2020).

Kendaraan penumpang atau angkutan umum pun dilarang untuk masuk area pasar. Seluruh kendaraan yang akan ke pasar akan disetop dan diminta putar balik. Hal itu tidak berlaku bagi warga yang memang berada atau tinggal di sekitar pasar.

“Pokoknya kendaraan mengarah ke pasar harus putar balik, tidak ada parkir atau ngetem. Untuk warga setempat nanti di pos akan diperiksa apakah benar, mereka tinggal di kawasan pasar,” paparnya.

Baca juga: Larangan Mudik, Polri: Hanya Berlaku di Wilayah PSBB

Lima akses jalan itu akan dibuat pos jaga oleh personel gabungan TNI, Polri dan unsur Pemkot. Untuk Dinhub sendiri, lanjut Eko, menyiagakan 350 personil.

Dari pengamatan Pemkot Bogor, sejak akhir pekan lalu, warga terus berbondong-bondong berbelanja ke pasar. Ironisnya, mereka bukan berbelanja kebutuhan pokok, melainkan kebutuhan aksesoris Lebaran.

Baca juga: PSBB, DKI Catat 40.660 Pelanggaran Pengemudi Kendaraan

Dalam mengantisipasi kerumunan di kawasan pasar, Pemkot Bogor akan mendirikan posko gabungan untuk memantau jalannya penerapan PSBB. Posko tersebut juga diharapkan dapat memastikan tidak ada lagi aktivitas lapak liar di badan jalan.

“Posko ini akan berdiri sampai pascalebaran untuk memastikan kios-kios liar terutama non pangan tetap tutup. Bagi pelanggar akan berlaku sanksi dari PSBB baik Perwali maupun pidananya kalau melawan petugas,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Lebih lanjut, Bima juga memastikan lalu lintas akses menuju pasar juga telah disekat di titik-titik tertentu. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi penumpukan masyarakat. Sejauh ini, penumpukan penumpang di beberapa titik memang terjadi terutama di luar pasar karena belum tahu jika akses menuju pasar disekat.

“Saya tegaskan sekali lagi, kita akan fight sampai ujung PSBB, kami enggak akan melonggarkan. Kami mendukung apa yang disampaikan presiden dan gugus tugas, kondisi masih belum aman, jadi setiap hari nanti akan ada monitor baik itu dari Kodim, Korem, Satpol PP, Polres, kita enggak akan kendor sampai ujung PSBB,” ujar Bima.



Sumber: BeritaSatu.com