H-4 Lebaran, Tercatat 306.682 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

H-4 Lebaran, Tercatat 306.682 Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Situasi Gerbang Tol Cikampek Utama yang terlihat sepi menjelang Lebaran 1441 Hijriah. (Foto: dok)
/ YUD Kamis, 21 Mei 2020 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selama periode H-7 sampai H-4 Lebaran 2020, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 306.682 kendaraan meninggalkan Jakarta ke arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

"Angka ini turun 59 persen dari lalu lintas (lalin) di periode Lebaran tahun 2019," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Dwimawan Heru melalui keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020).

Selain itu Heru juga menambahkan bahwa untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 40 persen dari arah Timur, 35 persen dari arah Barat dan 25 persen dari arah Selatan.

Untuk lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah timur tercatat jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama 1 sebanyak 68.316 kendaraan, turun sebesar 79 persen dari Lebaran tahun 2019.

Sedangkan, lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah timur melalui GT Kalihurip Utama 1 tercatat sebanyak 53.292 kendaraan, turun sebesar 56 persen dari Lebaran tahun 2019.

"Total kendaraan yang melintas menuju arah Timur adalah sebanyak 121.608 kendaraan, turun sebesar 73 persen dari Lebaran tahun 2019," kata Heru.

Sedangkan, untuk jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang adalah sebesar 107.927 kendaraan, turun sebesar 42 persen dari Lebaran tahun 2019.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah selatan atau lokal melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi adalah sebesar 77.147 kendaraan, turun sebesar 30 persen dari Lebaran tahun 2019.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020. Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.



Sumber: ANTARA