Rekor, 4.304 Kendaraan Diputarbalikkan di Jalan Tol

Rekor, 4.304 Kendaraan Diputarbalikkan di Jalan Tol
Ilustrasi "check point". (Foto: Antara)
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 21 Mei 2020 | 22:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, memutar balik 4.304 kendaraan pelanggar aturan larangan mudik dalam Operasi Ketupat Jaya, di Jalan Tol Cikarang Barat dan Tol Cikupa, Rabu (20/5/2020) malam.

"Tadi malam rekor, 4.304 kendaraan diputarbalikkan dalam satu malam di tol," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Kamis (21/5/2020).

Dikatakan Sambodo, polisi memutar balik 4.221 kendaraan pelanggar di Cikarang Barat, dan 83 kendaraan di Tol Cikupa.

"Tadi malam 4.000 lebih kendaraan kami putarbalikkan di Cikarang Barat saja. Itu rekor Operasi Ketupat, itu tertinggi dalam satu malam," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat mudik ke kampung halaman, guna mencegah penularan virus Corona (Covid-19), selama Ramadan dan Idulfitri 1441 H.

Merespon kebijakan itu, Polda Metro Jaya menyiapkan 18 Pos Pengamanan Terpadu untuk melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan pribadi dan umum dalam Operasi Ketupat Jaya 2020, di jalan tol dan jalur perbatasan wilayah, Jumat (24/4/2020) lalu.

18 Pos Pengamanan Terpadu itu terbagi dalam dua kelompok. Pertama, dua Pos Pam Terpadu berada di Pintu Tol Cikarang, Kabupaten Bekasi dan Tol Cikupa -sebelumnya Tol Bitung-, Tangerang.

Kemudian, 16 Pos Pam Terpadu lainnya berada di jalan arteri seperti, Kota Tangerang ada lima titik di Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, dan Jatiuwung. Kemudian di Tangerang Selatan ada dua check point yaitu, di Puspitek dan Curug. Depok juga ada dua titik, di Jalan Raya Bogor-Cibinong dan Citayam. Kota Bekasi ada tiga titik, Sumber Arta, Bantargebang dan Cakung. Sedangkan, Bekasi Kabupaten ada empat titik, Cibarusah (perbatasan dengan Bogor dan Cianjur), Kedung Waringin (berbatasan dengan Kawarang), Bojongmangu, dan Pebayuran.

Batasan penyekatan dan pemeriksaan terkait larangan mudik ini berlaku bagi kendaraan angkutan penumpang baik pribadi maupun umum, termasuk sepeda motor. Sedangkan, truk angkutan barang dan logistik, terutama untuk sembako kebutuhan sehari-hari diperbolehkan melintas.

Menyoal sanksi, Polri mengedepankan tindakan persuasif humanis dengan meminta pelanggar putar balik kendaraan.



Sumber: BeritaSatu.com