Polisi Ingatkan soal Larangan Takbir Keliling

Polisi Ingatkan soal Larangan Takbir Keliling
Sejumlah warga melakukan konvoi serta menyalakan kembang api saat malam takbiran menyambut Idul Fitri di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa 4 Juni 2019 malam. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / WBP Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com-Kepolisian Daerah Metro Jaya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menggelar kegiatan takbir keliling terkait perayaan hari raya Idulfitri, malam ini. Polisi bakal melaksanakan patroli untuk pengawasan, memberikan imbauan dan melakukan pembubaran apabila ditemukan ada massa yang menggelar takbir keliling.

"Mengenai takbir keliling memang dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jakarta, Dewan Masjid Indonesia, bersama pemerintah daerah, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, sudah mengimbau masyarakat untuk takbir keliling ini ditiadakan, itu dilarang," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Sabtu (23/5/2020).

Baca juga: Pemprov DKI Akan Bubarkan Kegiatan Takbir Keliling

Dikatakan Yusri, Polri berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk mengecek setiap RT/RW dan memberikan imbauan kepada warga.

"Kami sudah berkordinasi sampai tingkat bawah, tiga pilar kami, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kelurahan, sudah mengecek langsung ke RT/RW yang biasanya melaksanakan takbir keliling sampai sekarang tidak ada (yang mau melaksanakan takbir keliling)," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, TNI, Polri dan pemerintah daerah akan melaksanakan patroli untuk mengantisipasi adanya kegiatan takbir keliling.

"Antisipasinya seperti apa, kita tetap melaksanakan kegiatan preventif, patroli yang kita lakukan. Kalau toh memang ada, karena takbir keliling itu kan bukan tiba-tiba langsung keliatan, pasti mereka kumpul-kumpul dulu, kita akan lakukan imbauan untuk kita bubarkan. Karena PSBB di Jakarta tetap diberlakukan, Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tetap berlaku, bahkan diperpanjang sampai 4 Juni nanti. Itu masif kita sampaikan kepada masyarakat, untuk tetap sebaiknya di rumah. Sudahlah kebijakan pemerintah adalah kebijakan paling bagus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com