DKI Siagakan 2.500 Petugas Kebersihan saat Takbiran

DKI Siagakan 2.500 Petugas Kebersihan saat Takbiran
Petugas kebersihan membersihkan sampah sisa kembang api dan petasan usai warga menyalakan kembang api saat malam takbiran menyambut Idul Fitri di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa 4 Juni 2019 malam. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / BW Sabtu, 23 Mei 2020 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiagakan 2.500 petugas kebersihan saat malam takbiran hingga hari Idulfitri 1441 Hijriah. Ribuan petugas itu akan disiagakan untuk memastikan Ibukota tetap bersih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, selain ribuan personel, pihaknya juga menyiagakan ratusan truk sampah dan 88 unit kendaraan penyapu jalan otomatis atau road sweeper.

"Kami siagakan 50 petugas di setiap kecamatan. Lebih dari 2.500 personel di seluruh Jakarta yang bertugas saat malam takbiran hingga hari H Idulfitri. TPST Bantargebang juga tetap melakukan pelayanan,” kata Andono dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2020).

Andono mengatakan, sejak H-4, petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk mengosongkan tempat penampungan sampah sementara (TPS) di seluruh Jakarta.

Strategi ini, kata Andono, dilakukan agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur hari H dan H+1 lebaran. Selain itu agar kondisi lingkungan sekitar TPS tetap nyaman, tidak berbau menyengat, serta menghindari berkembangnya lalat dan vektor penyakit lainnya.

Diperkirakan, jumlah sampah saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri akan berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, lantaran saat ini masih diterapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

"Namun, petugas tetap bersiaga untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap optimal. Personel yang bertugas juga diinstruksikan untuk menjalankan protokol kesehatan," tandas dia.

Berdasarkan data timbangan sampah di TPST Bantargebang, tercatat sampah yang dikirim ke sana sebelum kebijakan work from home (WFH), periode 1-15 Maret 2020 mencapai 9.346 ton/hari. Kemudian selama diberlakukannya WFH, 16 Maret - 9 April 2020, rata-rata 8.485 ton/hari. Sedangkan saat PSBB, periode 10 April - 22 Mei 2020, rata-rata sampah warga Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya mencapai 6.602 ton/hari.

"Kami juga meminta warga Jakarta mematuhi pesan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta warga mematuhi seruan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, terkait anjuran takbiran dan salat Idulfitri di rumah masing-masing," pungkas Andono.



Sumber: BeritaSatu.com