Dilarang, Warga Depok Tetap Ziarah Kubur

Dilarang, Warga Depok Tetap Ziarah Kubur
Warga ziarah kubur meski ada larangan dari Pemkot Depok, Senin (25/5/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani)
Bhakti Hariani / BW Senin, 25 Mei 2020 | 15:33 WIB

Depok, Beritasatu.com - Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Depok tentang kegiatan keagamaan yang tidak dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, di antaranya ziarah kubur, warga tetap membandel.

Hal ini terpantau pada hari kedua Idulfitri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya, TPU Parung Bingung, TPU Wadas. Sejumlah warga tetap datang ke TPU untuk ziarah kubur.

Tini Septiarini, warga Kecamatan Sukmajaya tetap ke TPU Kalimulya 1 di Kecamatan Cilodong, Kota Depok. "Saya ziarah ke makam bapak saya. Tiap tahun ya tradisinya seperti ini. Memang sih ada tulisan spanduk gitu, tetapi tetap bisa masuk. Kebetulan makam bapak saya lokasinya agak ke belakang," ujar Tini, Senin (25/5/2020) di Depok.

Tini menuturkan, meski tetap bisa berziarah, jumlah warga yang ziarah kubur tidak terlalu banyak. Pun demikian dengan para pedagang kembang yang biasanya berderet dari depan pintu masuk TPU.

"Yang ziarah tidak terlalu banyak. Yang jualan kembang juga tidak banyak. Lebih sepi daripada Lebaran tahun lalu. Namun, ya tetap ada yang ziarah," kata Tini.

Dia berziarah karena sudah biasa dilakukan tiap Idulfitri. Dia juga tak berinteraksi dengan orang lain selama di makam.

"Selesai berdoa. Tabur bunga lalu langsung pulang. Tidak lama-lama juga sih," ujar Tini.

Kokom Komariah, warga Depok lainnya mengatakan, aturan dari Pemkot Depok aneh dan berlebihan. "Saya paham ini sedang pandemi. Saat ziarah juga kan tidak umpel-umpelan kayak nonton konser. Kalaupun papasan dengan orang lain ya sekadar senyum saja. Tidak berbincang-bincang," kata Kokom yang juga tetap berziarah.

Koordinator TPU Kalimulya 1 Warsundari menuturkan, sudah 500 makam di TPU Kalimulya 1 sudah disambangi sanak keluarga.

"Selesai salat Idulfitri sampai pukul 12.00 WIB saja sudah ratusan keluarga datang. Ini tak bisa dihalangi, karena tradisi," kata Warsundari.

Diakui, meski sudah menjaga seketat mungkin dan dipasang banner besar tentang pelarangan ziarah sesuai dengan protokol dari Pemkot Depok untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, kenyataannya di lapangan jauh berbeda.

"Saya dan petugas lainnya juga sudah berusaha, tetapi tetap tidak bisa. Mungkin di semua makam juga mengalami hal yang sama," kata Warsundari.

Lebih lanjut diungkapkan, tahun ini jumlah peziarah turun hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu maka tahun ini jelas mengalami penurunan drastis. Biasanya sampai lewat waktu zuhur, peziarahnya sudah ribuan. Namun, sekarang parkiran juga lengang. Biasanya padat sekali," tutur Warsundari.



Sumber: BeritaSatu.com