Lebaran 2020, Pengguna KRL Turun 90 Persen

Lebaran 2020, Pengguna KRL Turun 90 Persen
Penumpang berada di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (25/5/2020). PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI melaporkan volume pengguna KRL saat pembatasan operasional di hari Lebaran 2020 turun 90 persen dibanding tahun sebelumnya, hal itu merupakan imbas dari pembatasan jam operasional yaitu pada pagi hari pukul 05.00 - 08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 - 18.00 WIB. (Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja)
Mikael Niman / JAS Senin, 25 Mei 2020 | 20:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah pengguna kereta rel listrik (KRL) pada hari kedua Lebaran atau Senin (25/5/2020) mencapai 83.125 penumpang. Sementara, hari pertama Lebaran atau Minggu (24/5/2020) pengguna KRL mencapai 60.457 penumpang.

“Jumlah ini, turun sekitar 90 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5/2020).

Dia menjelaskan, pada hari kedua Lebaran 2019 PT KCI melayani 629.983 pengguna dan pada Lebaran tahun 2018 melayani 749.332 pengguna.

“Penurunan ini, sejalan dengan upaya bersama untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu dan kebijakan #TidakMudik #TidakPiknik pada Lebaran kali ini karena masih dalam situasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Dia menambahkan, para pengguna KRL masih didominasi penumpang musiman yang naik KRL berkelompok atau rombongan dan cukup banyak yang membawa anak-anak.

“Situasi ini, serupa dengan Lebaran tahun-tahun sebelumnya sehingga dengan operasional terbatas semakin sedikit pula penumpang musiman yang dilayani,” imbuhnya.

Selama operasional terbatas, PT KCI tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam memberikan layanan. Seluruh pengguna wajib menggunakan masker dan mengikuti pemeriksaan suhu tubuh.

PT KCI juga sudah menyediakan layanan berupa tambahan wastafel, selain yang ada di toilet stasiun dan hand sanitizer di stasiun maupun di dalam KRL.

“Sejalan dengan aturan PSBB yang masih berlaku, jumlah pengguna di dalam kereta juga dibatasi maksimum 60 orang untuk tiap kereta,” ujarnya.

Pembatasan ini, kata Anne, dijalankan dengan penyekatan penumpang di sejumlah titik sehingga jumlah yang berada di peron dan di dalam kereta terkendali. “Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka-tutup di pintu masuk stasiun,” ucapnya.

Operasional KRL selama dua hari ini, protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengguna dapat berjalan.

“Di awal-awal operasional sore hari, pada dua hari ini masih terdapat antrean pengguna di Stasiun Angke, Cikarang, dan Karet. Antrean terjadi karena para calon penumpang KRL rela menunggu jadwal operasional pertama di sore hari hingga dua jam sebelum keberangkatan pertama. Namun antrean ini dapat terurai dalam waktu 10-15 menit. Selanjutnya, operasional sore hari berlangsung relatif lancar,” katanya.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap antrean pengguna, selama hari pertama dan kedua Lebaran PT KCI menjalankan 448 jadwal setiap harinya.

KCI kemudian juga menambah secara total 18 jadwal kereta tambahan agar menjaga jarak fisik di dalam kereta dapat terjaga.

“Secara umum, operasional KRL terbatas berjalan dengan lancar, masyarakat mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang ada, serta upaya mengurangi mobilitas masyarakat yang tidak perlu dapat tercapai,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com