Perpanjangan PSBB Ditentukan Perilaku Masyarakat, Bukan Pemerintah

Perpanjangan PSBB Ditentukan Perilaku Masyarakat, Bukan Pemerintah
Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Yustinus Paat / BW Selasa, 26 Mei 2020 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, penentuan perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mengendalikan Covid-19 sangat ditentukan perilaku masyarakat.

Menurut Anies, kedisiplinan warga sangat menentukan perpanjangan PSBB pada 4 Juni mendatang.

"Yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak sebenarnya bukan pemerintah, bukan para ahli tetapi perilaku masyarakat di seluruh di wilayah PSBB," ujar Anies saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Kesiapan Penerapan Prosedur Standar New Normal di Sarana Publik, Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).

Anies mengatakan, PSBB III yang berlangsung selama 2 pekan, dari 22 Mei hingga 4 Juni mendatang merupakan hari-hari yang menentukan apakah PSBB diperpanjang atau segera menuju normal baru.

Jika masyarakat DKI taat dan disiplin menjalan ketentuan PSBB, kata dia, maka kemungkinan PSBB tidak diperpanjang lagi.

"Kami berkepentingan untuk semua masyarakat menaati secara disiplin sehingga pada saat siklus 14 hari terakhir perpanjangan PSBB tidak perlu diperpanjang," tandas Anies.

Kedisiplin warga DKI, kata dia, akan tergambar pada angka-angka epidemologi terkait penularan Covid-18 di Jakarta. Para ahli, kata dia, terus mengumpulkan dan memantau angka-angka epidemologi tersebut untuk memastikan PSBB diperpanjang atau tidak.

"Para ahli mengumpulkan dan memantau terus, insyaallah akhir pekan ini kita akan punya informasinya dan kita sampaikan ke masyarakat kerja bersama kita ini hasilnya seperti apa, yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak," terang dia.

Sebagaimana diimbau Presiden Jokowi, kata Anies, mau tidak mau masyarakat harus disiplin agar segera menuju kehidupan normal baru.

Pemprov DKI, kata dia, sedang menyiapkan protokol khusus menjalankan kehidupan normal baru tersebut.

"Nanti, kita sampaikan protokol (normal baru) khusus DKI, karena tiap wilayah memilki karakter berbeda,"pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com