Arus Balik, Polda Metro Perketat Pengawasan di Perbatasan

Arus Balik, Polda Metro Perketat Pengawasan di Perbatasan
Petugas mengecek kelengkapan penumpang dalam kendaraan saat melintasi pos pemeriksaan PSBB di kawasan gerbang tol Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 21 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / WBP Selasa, 26 Mei 2020 | 15:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, memperketat penjagaan dan pengawasan terkait arus balik pemudik yang hendak kembali ke wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM) dilaksanakan secara berlapis di titik penyekatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 mensyaratkan SIKM bagi masyarakat yang hendak keluar masuk ke Jakarta. SIKM dapat diurus secara online dengan beberapa persyaratan semisal, surat pengantar RT/RW, scan KTP, foto berwarna, dan lainnya.

"Tentu ini menjadi filter bagi masyarakat untuk bisa kembali ke Jakarta. Kami bukan menyekat orang balik ke Jakarta, tetapi kami lebih kepada melaksanakan pemeriksaan kepatuhan masyarakat terhadap adanya kewajiban memiliki SIKM," ujar Sambodo, Selasa (26/5/2020).

Baca juga: Pemprov DKI Telah Terbitkan 1.213 SIKM

Dikatakan Sambodo, pemeriksaan SIKM dilaksanakan secara berlapis dan bersinergi dengan Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Barat. Sehingga setiap kendaraan yang keluar wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat (ring tiga), menuju Jakarta akan ditanyakan apakah memiliki SIKM atau tidak. "Kita semua bersinergi untuk sama-sama melaksanakan pemeriksaan terhadap kepatuhan masyarakat terhadap SIKM," ungkapnya.

Pemerintah daerah dan kepolisian, tambahnya, membangun 11 titik pos pemeriksaan di ring dua, terdiri dari empat pos di Bogor, empat pos di Kabupaten Bekasi dan tiga pos di Kabupaten Tangerang. Sedangkan, penyekatan di ring satu berjumlah delapan pos check point yang sudah ada sebelumnya.

Menurut Sambodo, pada ruas jalan tol mulai Semarang, Brebes hingga Km 29 Gerbang Tol Cikarang Utama akan dilakukan pemeriksaan. Kalau dari arah Banten pemeriksaan di Cikupa. Sementara jalan arteri ada pos check point Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, dan lainnya. "Mungkin tidak bisa juga 100 persen mengadang orang, tapi paling tidak ini kita akan jaga ketat supaya grafik (penularan Covid-19) Jakarta yang mulai membaik ini, tetap bisa kita pertahankan dan mencegah adanya gelombang kedua," katanya.

Baca juga: Penyekatan Arus Balik, Tol Cikampek Arah Jakarta Padat

Menyoal apa sanksi bagi orang yang tidak mengantongi SIKM, Sambodo menuturkan, kendaraannya akan diputar balik. Sebaliknya, yang memiliki SIKM serta memenuhi persyaratan lain seperti menggunakan masker, jumlah 50 persen penumpang, diperbolehkan melintas.

"Sebetulnya kalau kita mengacu pada pergub, bagi orang yang tidak memiliki SIKM dan masuk Jakarta, itu sanksinya ada dua. Pertama dia putar balik, kedua kalau dia tetap mau masuk Jakarta, maka harus menjalani isolasi karantina 14 hari di tempat yang sudah ditetapkan. Iya artinya kalau punya SIKM dia boleh lewat karena mengurus SIKM itu ada persyaratannya dia memiliki kartu bebas Covid 19, memiliki sertifikat itu," jelasnya.

Sambodo menuturkan, pemeriksaan terkait pergub dilakukan Satpol PP, sementara polisi sebagai pendamping. Pada saat pemeriksaan petugas Satpol PP akan men-scan QR Code SIKM sehingga bisa diketahui identitas pemiliknya. "Penyekatan untuk pelarangan mudik dilaksanakan sampai H+7 berbarengan dengan Operasi Ketupat Jaya. Tetapi pemeriksaan SIKM akan berlanjut terus sampai ada keputusan dari pemerintah, tentunya kalau wabah sudah turun," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com