Polisi Sekat Arus Balik ke Jakarta di 19 Pos

Polisi Sekat Arus Balik ke Jakarta di 19 Pos
Petugas memasang pembatas jalan (water barier) saat penutupan ke arah Jakarta di pintu keluar tol Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 26 Mei 2020. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/hp.)
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 27 Mei 2020 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian bakal memperketat penjagaan dan pengawasan terkait arus balik orang yang hendak masuk ke Jakarta pasca-Idulfitri, di 19 titik penyekatan atau pos pengamanan.

"Ada 11 titik pos penyekatan (Jabodetabek) ditambah delapan pos check point dalam kota," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo kepada Beritasatu.com, Rabu (27/5/2020).

Sambodo menyebutkan, 11 titik penyekatan wilayah Jabodetabek berada di Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja, dan Jalan Syekh Nawawi, Kabupaten Tangerang. Kemudian Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Raya Tanjung Sri, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: R0 Covid-19 DKI Dibawah 1, Jokowi Minta Arus Balik Dikendalikan

"Selanjutnya, Jalan Raya Pantura Kedung Waringin, Jalan Inspeksi Kalimalang dan Ruas Tol KM 47 arah Jakarta," ungkapnya.

Sebelumnya, Sambodo menyampaikan, polisi dan instansi lain akan memperketat penjagaan dan pengawasan arus balik lebaran. Petugas bakal melakukan pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM) kepada setiap orang yang melintas di pos penyekatan, termasuk memeriksa apakah melaksanakan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan jumlah 50 persen penumpang kendaraan.

"Tentu ini menjadi filter bagi masyarakat untuk bisa kembali ke Jakarta. Kami bukan menyekat orang balik ke Jakarta, tetapi kami lebih kepada melaksanakan pemeriksaan kepatuhan masyarakat terhadap adanya kewajiban memiliki SIKM," katanya.

Menurut Sambodo, jika tidak mengantongi SIKM, petugas akan memberikan sanksi memutar balik kendaraannya.

Baca Juga: Pantau di Tol Cikampek, Anies: Tunda ke Jakarta Jika Tak Punya Surat Izin

"Sebetulnya kalau kita mengacu pada Pergub, bagi orang yang tidak memiliki SIKM dan masuk Jakarta, itu sanksinya ada dua. Pertama, dia putar balik. Kedua kalau dia tetap mau masuk Jakarta, maka dia harus menjalani isolasi karantina 14 hari di tempat yang sudah ditetapkan. Tapi kalau punya SIKM dia boleh lewat karena mengurus SIKM itu ada persyaratannya dia memiliki kartu bebas Covid-19, memiliki sertifikat itu," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data pembatasan dan penyaringan kendaraan di Pos Pengamanan KM 47 B Tol Cikampek, jumlah total dari jam 08.00 sampai 24.00 WIB, Selasa (26/4/2020), sebanyak 1.129 kendaraan diputar balik. Rinciannya, 1.114 kendaraan pribadi, sembilan ELF, dan enam bus.

Sedangkan, pada hari Rabu (27/5/2020), pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, total kendaraan yang diputar balik sebanyak 282 unit. Terdiri dari 279 kendaraan pribadi dan tiga bus.



Sumber: BeritaSatu.com