Ratusan Kendaraan Tanpa SIKM Diminta Putar Balik di Jakarta Timur

Ratusan Kendaraan Tanpa SIKM Diminta Putar Balik di Jakarta Timur
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang minibus yang melintas di Jalan Bekasi Raya, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (27/5/2020). (Foto: Antara / Andi Firdaus)
/ YUD Rabu, 27 Mei 2020 | 19:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan kendaraan yang tidak dilengkapi surat izin keluar-masuk (SIKM), termasuk berpenumpang dengan melebihi kapasitas di Jakarta Timur diminta putar balik ke daerah asal, Rabu (27/5/2020) sore.

"Sejak pagi hingga sore ini sudah 79 motor dan 42 mobil yang kita minta putar balik karena melanggar ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," kata Kasatpol PP Jakarta Timur Budhi Novian, di Jakarta.

Para pelanggar tersebut diminta putar balik oleh petugas gabungan di pos pemeriksaan Jalan Bekasi Raya, Cakung.

Baca juga: Ini 10 Indikator WHO untuk Buka dan Longgarkan PSBB

Petugas gabungan dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dishub hingga aparatur kelurahan dan kecamatan menyasar kepemilikan SIKM yang disyaratkan Pergub 47 Tahun 2020.

Petugas mengamati satu per satu kendaraan yang melintas dari arah Bekasi menuju Cakung, Jakarta Timur.

Baca juga: Jika PSBB Berakhir, Tempat Wisata Dibuka Secara Bertahap

Setiap kali mendapati plat nomor kendaraan di luar Jabodetabek, petugas mengarahkan pengendara memasuki lajur lambat untuk dihentikan dan memeriksa sejumlah persyaratan.

Salah satunya adalah pengemudi mobil pribadi jenis minibus yang mengangkut hingga delapan orang penumpang.

Petugas meminta seluruh penumpang turun untuk dicek satu per satu suhu tubuhnya.

Baca juga: PSBB Bogor Diperpanjang Hingga 4 Juni

Kendaraan bernomor polisi Semarang itu diketahui petugas tidak memiliki SIKM serta ber-KTP di luar Jabodetabek.

"Silakan putar balik dan kembali ke daerah asal atau kami karantina semuanya di Jakarta," kata petugas.

Kemudian pengendara beserta penumpang memilih untuk memutar balik kendaraan dan kembali ke Semarang.

Mayoritas pelanggar, kata Budhi, adalah pendatang tanpa SIKM dengan alasan tidak tahu serta lupa membuat.

"Padahal sosialisasi, sudah dilaksanakan secara masif melalui medsos, tv dan berbagai selebaran kepada masyarakat," katanya.



Sumber: ANTARA