Tidak Miliki SIKM, 2.900 Kendaraan Disuruh Putar Balik

Tidak Miliki SIKM, 2.900 Kendaraan Disuruh Putar Balik
Petugas gabungan melakukan pengecekan SIKM kepada pengendara roda dua di pos pemeriksaan yang memasuki perbatasan DKI Jakarta, Kalimalang Lampiri, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / YUD Rabu, 27 Mei 2020 | 22:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga Selasa, 26 Mei 2020 sudah terdapat 2.900 kendaraan yang hendak masuk ke Jakarta telah diminta putar balik ke daerah asalnya. Pasalnya, kendaraan tersebut tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.

“Yang ada itu kemarin kendaraan yang diputarbalikan totalnya sekitar 2.900 karena nggak punya SIKM,” ujar Syafrin saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Pemprov DKI tolak 4.544 permohonan SIKM

Ribuan kendaraan yang diputarbalikan, kata Syafrin, bukan hanya kendaraan pribadi, tetapi juga termasuk angkutan umum. Ada beberapa jenis kendaraan travel juga. Dia kembali menegaskan, jika kendaraan hendak masuk ke Jakarta, harus memiliki SIKM dan melakukan aktivtas yang terkait dengan 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Ratusan Kendaraan Tanpa SIKM Diminta Putar Balik di Jakarta Timur

“Itu kan sesuai dengan kegiatan yang dikecualikan selama PSBB. Ada yang kerja pemerintah, tugas, kemudian mereka kembali, nah itu didapatkan SIKM. Begitu juga untuk beberapa kegiatan, ada juga industri. Kemudian kesehatan, banyak macamnya (11 sektor yang dikecualikan). Tetapi kalau di luar kegiatan yang dikecualikan itu pasti tidak mendapatkan SIKM,” jelas dia.

Selain kendaraan, lanjut Syafrin, pihaknya juga melakukan karantina terhadap 7 orang yang lolos masuk Jakarta tanpa SIKM. Dari 7 orang tersebut, kata Syafrin, 5 di antaranya menggunakan kereta api dan turun di stasiun Gambir Jakarta Pusat dan 2 yang lainnya menggunakan bus dan turun di dearah Jakarta Timur. Penetapan lokasi karantina ditentukan oleh masing-masing wali kota di wilayah administrasi Jakarta.

Baca juga: Masuk Jakarta, Polri: SIKM Berlaku untuk Satu Orang

“Sesuai dengan Pergub 47/2020, bagi warga yang masuk ternyata mereka tidak memiliki SIKM, itu wajib dikarantina atas biaya sendiri. Jadi, tempat disiapkan Pemprov DKI, tetapi untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus mandiri,” ungkap dia.

Durasi karantina, kata Syafrin, selama 14 hari sejak tiba di Jakarta. Namun, mereka juga bisa memilih untuk kembali ke tempat asalnya. Karena itu, Syafrin mengingatkan kepada siapapun yang tinggal atau mempunyai pekerjaan di Jakarta, termasuk mahasiswa, jika berada di luar Jakarta, sebaiknya tidak perlu datang ke Jakarta untuk sementara waktu. Pasalnya, siapapun yang masuk ke Jakarta, harus memiliki SIKM dan bekerja di 11 sektor yang diizinkan beroperasi.

“Jika tetap tujuannya Jakarta ya tetap harus 14 hari karantina tapi sepertinya ada yang memilih pulang,” pungkas Syafrin.



Sumber: BeritaSatu.com