Pemprov DKI Antisipasi Arus Balik 1,8 Juta Pemudik

Pemprov DKI Antisipasi Arus Balik 1,8 Juta Pemudik
Petugas mengecek kelengkapan penumpang dalam kendaraan saat melintasi pos pemeriksaan PSBB di kawasan gerbang tol Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 21 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / WBP Kamis, 28 Mei 2020 | 11:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan warga yang mudik keluar Jabodetabek selama Lebaran 2020 sebanyak 1,8 juta orang. Pemprov DKI akan mengantisipasi kedatangan arus balik.

"Yang keluar Jabodetabek saat ini sekitar 1,7 juta, 1,8 juta orang. Ini harus diantisipasi pada arus balik saat ini," ujar Syafrin dalam diskusi bertajuk "SIKM: Apa, Kenapa, Dimana, Siapa, dan Bagaimana" di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: R0 Covid-19 DKI Dibawah 1, Jokowi Minta Arus Balik Dikendalikan

Syafrin memaparkan, sebanyak 1,8 juta orang yang terlanjur mudik tersebut dihitung berdasarkan orang yang melalukan perjalanan menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Adapun yang menggunakan kendaraan umum sebanyak 750.000 dan yang menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 465.500. "(Yang kendaraan pribadi) jika kita kalikan okupansi 2 saja yang berkendaraan, maka totalnya hampir 900.000," ungkap dia.

Baca juga: Polisi Sekat Arus Balik ke Jakarta di 19 Pos

Syafrin mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak awal sudah mengimbau warga di DKI Jakarta dan bodetabek tidak perlu mudik untuk mencegah penyebaran virus corona. Pasalnya, Jabodetabek merupakan epicentrum penyebaran virus corona.

"Sebaiknya warga jangan mudik. Karena kalau mudik belum tentu mudah masuk Jabodetabek, maka lewat Pergub 47/2020 wajib pakai SIKM jika masuk lagi ke Jakarta," jelas dia.

Syafrin mengimbau warga yang tidak bekerja di 11 sektor yang diizinkan beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), agar tidak ke Jakarta untuk sementara waktu. Adapun orang yang bekerja di 11 sektor, dia meminta segera mengurus SIKM jika hendak masuk Jakarta. "Kalau tidak, kita minta putar balik lagi ke daerah asalnya. Ini kita lakukan untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Jakarta," pungkas Syafrin.



Sumber: BeritaSatu.com