Terminal Pulogebang Layani Kedatangan Penumpang Selama 24 Jam

Terminal Pulogebang Layani Kedatangan Penumpang Selama 24 Jam
Suasana sepi di Terminal Bus Pulogebang, Jakarta Timur sejak pemberlakuan persyaratan calon penumpang harus memiliki surat ijin keluar masuk (SIKM), Rabu (27/5/2020) (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus)
/ BW Kamis, 28 Mei 2020 | 11:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terminal Pulogebang, Jakarta Timur membuka layanan kedatangan penumpang selama 24 jam tiap hari selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Layanan kedatangan penumpang kami buka 24 jam karena tidak bisa diprediksi," kata Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Pulo Gebang Afif Muhroji di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Adapun layanan keberangkatan penumpang tetap mengacu pada arahan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang dibuka pukul 06.00 sampai 18.00 WIB.

Afif mengatakan, khusus pendatang diterapkan pemberlakuan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 terkait surat izin keluar masuk (SIKM) yang berlaku sejak 25 Mei 2020.

Pada Rabu (27/5/2020) ada tujuh calon penumpang yang ditolak berangkat menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebab tidak mengantongi SIKM.

"Kalau kedatangan sejak pukul 18.00 WIB sampai dini hari tadi masih nihil," kata Afif.

Dikatakan Afif, situasi itu terjadi karena Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan TNI Polri melakukan pemantauan di cek poin KM 31 Tol Japek.

"Serta aturan SIKM ini kan bersifat nasional, wajib bagi semua orang yang masuk ke Jakarta," katanya.

Afif menambahkan, ketentuan SIKM juga berlaku bagi sopir bus AKAP selama mereka mengantar penumpang.

"Contoh yang tidak perlu SIKM itu pejabat negara, konsulat, sopir angkutan umum yang mengangkut barang kebutuhan pokok, TNI dan Polri, ambulans dan pemadam kebakaran. Kalau yang wajib itu sopir AKAP dan penumpang," katanya.

Terhadap para pelanggar SIKM akan diberikan dua pilihan sanksi, yakni dipulangkan ke daerah asal atau dikarantina selama 14 hari di lokasi yang sudah disediakan di Jakarta.



Sumber: ANTARA