Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni

Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni
Aparat TNI memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas menuju Jakarta di perbatasan wilayah, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). (Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso)
Bhakti Hariani / YUD Kamis, 28 Mei 2020 | 17:24 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Depok telah menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan menyepakati untuk mengusulkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur Jawa Barat sampai dengan tanggal 4 Juni 2020. PSBB sendiri hingga kini masih berjalan di Kota Depok hingga tanggal 29 Mei 2020.

Baca juga: PSBB, Volume Sampah di Kota Bogor Berkurang

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, langkah ini diambil mengingat angka Reproduksi Efektif (Rt) Kota Depok >1 (1,39).

"Perpanjangan PSBB kami lakukan demi mencegah penularan kasus di tengah warga," ujar Idris di Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020).

Kasus positif Covid-19 di Kota Depok sendiri bertambah sebanyak sembilan kasus per Rabu (27/5/2020). Sehingga kasus konfirmasi positif menjadi 544 orang. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI sebanyak 8 orang dan 1 orang lagi infomasi kasus yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Jelang Berakhirnya PSBB, Kabupaten Bogor Susun Rencana New Normal

"Kami terus mengintensifkan pengetesan. Walau memang risikonya adalah akan semakin bertambah kasus konfirmasi positif tapi strategi detect melalui swab dan rapid ini akan terus kami lakukan. Sehingga dengan demikian kasus dapat dijaring, dipetakan dan diintervensi" ujar Idris.

Lebih lanjut dikatakan Idris, Kota Depok sangat rentan terhadap penularan antar warga masyarakat, khususnya yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif. Penularan secara transmisi lokal yang masih terjadi di Kota Depok, dari banyak kasus transmisi lokal, contohnya terjadi pada kasus 72 yang menularkan terhadap lima kasus.

Baca juga: Sebelum Putuskan New Normal, PSBB Harus Diperketat

"Oleh karena itu kami telah menyediakan RS Isolasi bagi warga terdampak Covid-19 khususnya kasus konfirmasi positif isolasi mandiri, untuk dapat melakukan isolasi di rumah sakit, sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan Covid-19," tutur Idris.

Lebih lanjut dikatakan Idris, penambahan kasus terbanyak bersumber dari hasil swab PCR tindak lanjut program rapid test yang yang digulirkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok dan pihak-pihak yang peduli dalam penanggulangan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com