Update Covid-19 di Depok: 51 Pasien Sembuh

Update Covid-19 di Depok: 51 Pasien Sembuh
Ilustrasi pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi Covid-19. (Foto: Antara)
Bhakti Hariani / FER Kamis, 28 Mei 2020 | 20:22 WIB

Depok, Beritasatu.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok telah merilis data terbaru perkembangan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan data, pasien sembuh bertambah sebanyak 51 orang.

Baca Juga: Pansus DPRD Setujui LKPJ Wali Kota Depok

"Alhamdulillah, bertambah 51 pasien sembuh hari ini, sehingga jumlah seluruhnya jadi 179 orang. Penambahan ini berasal dari kasus konfirmasi positif yang dinyatakan sembuh setelah menjalani swab follow up dengan hasil negatif dua kali berturut-turut," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020).

Sementara itu, kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak sembilan kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program Rapid Test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan tes swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium RSUI sebanyak delapan orang dan satu orang lainnya merupakan informasi kasus yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: 700 Anggota Polres Metro Depok Jalani Rapid Test

"Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus konfirmasi positif saat ini sebanyak 544 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia 28 orang," ungkap Idris.

Sedangkan untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 907 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.546 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 650 orang.

Baca Juga: Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni

Idris menuturkan, PDP yang meninggal dunia bertambah dua orang sehingga totalnya saat ini sebanyak 73 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif. Karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes.

"Mudah-mudahan setiap harinya, pasien sembuh bisa terus bertambah dan pasien positif berkurang," harap Idris.



Sumber: BeritaSatu.com