Ini Alasan Pemprov DKI Tidak Potong THR TGUPP di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Alasan Pemprov DKI Tidak Potong THR TGUPP di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi THR (Foto: Istimewa)
Yustinus Paat / RSAT Kamis, 28 Mei 2020 | 23:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir mengungkapkan alasan mengapa gaji dan tunjangan hari raya (THR) Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta tidak dipotong di tengah pandemi Covid-19. TGUPP DKI masih menerima gaji dan THR secara penuh.

Menurut Chaidir, TGUPP tidak tergolong sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka adalah tenaga ahli yang sengaja direkrut untuk membantu Gubernur Anies Baswedan dalam pekerjaannya.

“TGUPP itu kelompoknya ada di kegiatan, bukan di pegawai,” kata Chaidir saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2020).

Chaidir mengatakan TGUPP tetap diberikan apresiasi atas kegiatannya membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk percepatan pembangunan DKI sesuai dengan keahliannya masing-masing. Pos anggaran TGUPP masuk dalam kegiatan di Badan Pembangunan Perencanaan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

“Selama kegiatan itu dimungkinkan ada apresiasi untuk membayar keahlian tenaga mereka yah boleh-boleh saja,” tandas Chaidir.

Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI August Hamonangan mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disebut masih memberikan tunjangan secara penuh kepada sebagian pegawai tanpa ada kriteria yang jelas. Konsekuensinya, kata August, justru ada SKPD yang mendapat tunjangan secara penuh, tetapi pekerjaan tidak berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19 termasuk TGUPP.

“Saya dapat info para PNS sedang resah karena ada kabar bahwa Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), dan Dinas Kominfo mendapatkan tunjangan penuh. Padahal, pekerjaan mereka tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat dan tidak berisiko tinggi. Bahkan ada kabar bahwa anggota TGUPP mendapatkan THR, sedangkan para PNS tidak. Jangan sampai ada kesan Pak Gubernur pilih kasih dalam memberikan tunjangan penghasilan,” ungkap August dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).



Sumber: BeritaSatu.com