H+5 Arus Balik, 3.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

H+5 Arus Balik, 3.000 Kendaraan Diminta Putar Balik
Petugas memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas menuju Jakarta di Petukangan, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 29 Mei 2020 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, telah memutar balik 3.095 kendaraan menuju Jakarta pada H+5 arus balik mudik Lebaran. Angka itu meningkat 7% dibanding hari sebelumnya.

"Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memutar balik 3.095 kendaraan bermotor," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (29/5/2020).

Dikatakan Yusri, terjadi peningkatan 7% jumlah kendaraan yang diminta putar balik pada H+5 dibanding H+4, Rabu kemarin.

"Pada hari Rabu kemarin, jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 2.898 kendaraan, sehingga terjadi peningkatan sebesar 7 persen," ungkapnya.

Menurut Yusri, total kendaraan yang diputar balik selama hari Rabu (27/5/2020) hingga Kamis (28/5/2020), berjumlah 5.993 unit. "Hari Rabu 2.898 ditambah hari Kamis 3.095, total kseluruhan 5.993 kendaraan," katanya.

Yusri menyampaikan, kendaraan diminta putar balikan karena tidak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagai salah satu syarat pembatasan kegiatan bepergian.

"Mereka harus putar balik karena pengendara tidak dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, petugas belum menemukan ada orang yang tidak memiliki SIKM, tapi memaksa masuk Jakarta dan kemudian harus menjalani karantina selama 14 hari. Termasuk, belum ada travel gelap yang diamankan.

"Belum ada (orang memaksa masuk Jakarta), semuanya diputar balik. Travel gelap juga belum ada," katanya.

Diketahui, polisi mendirikan 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang. Sebanyak sembilan titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Sedangkan, 11 pos pemeriksaan SIKM yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua.

Sembilan pos pemeriksaan atau penyekatan di dalam kota antara lain berada di Pos Polisi Kalideres, Pos Joglo Raya, Pos Polisi Karang Tengah (Jalan Raden Saleh), Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi (Kolong Fly Over Cakung), Jalan Kalimalang, Simpang Layang UI, Perempatan Pasar Jumat, dan Jalan Ciledug Raya (depan Universitas Budi Luhur).

Sementara itu, 11 pos penyekatan di luar wilayah DKI yakni, Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja (Tangerang), Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Tanjung Sari (Kabupaten Bogor), Jalan Pantura Kedung Waringin, Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang KM 47 arah Jakarta (Kabupaten Bekasi).



Sumber: BeritaSatu.com