TKD Dipotong, ASN DKI Diminta Anies Terus Bekerja untuk Rakyat

TKD Dipotong, ASN DKI Diminta Anies Terus Bekerja untuk Rakyat
Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Yustinus Paat / JAS Jumat, 29 Mei 2020 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sejumlah pesan kepada aparatur sipil negara atau ASN Pemprov DKI Jakarta di tengah masa pandemi Covid-19. Anies Baswedan meminta ASN sebagai abdi negara tetap bekerja untuk melindungi dan menyelamatkan rakyat yang sedang menghadapi virus corona.

"Saya ingin ingatkan kepada kita semua bahwa kita adalah penyelenggara negara. Tugas kita adalah melindungi rakyat. Keselamatan rakyat adalah prioritas nomor satu. Dalam kondisi apapun, sikap kita harus jelas. Menomorsatukan rakyat daripada diri sendiri, apalagi dalam kondisi penuh cobaan seperti sekarang ini," ujar Anies Baswedan dalam Youtube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (27/5/2020).

Anies mengakui dampak Covid-19 sudah terasa terhadap APBD DKI Tahun 2020. Karena itu, kata dia langkah relokasi anggaran pun dilakukan termasuk belanja pegawai yang berkurang Rp 4,3 triliun termasuk pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) ASN.

"Anggaran belanja pegawai berkurang sebesar Rp 4,3 triliun, di mana TKD (ASN Pemprov DKI Jakarta besarannya 25 persen direlokasi untuk mengamankan anggaran bansos, dan 25 persen berikutnya ditunda pemberiannya karena dialihkan untuk darurat penanganan Covid-19. Gaji ASN tidak berubah, tetap sama," ungkap Anies.

Dalam pembahasan saat itu, cerita Anies sempat ada usulan agar bansos seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) lalu bantuan-bantuan lain itu dipangkas 50 persen. Tujuannya, kata dia, agar TKD bagi semua ASN bisa dipertahankan. Apalagi nilai pemotongan bansos itu kira-kira Rp 2 triliun, sama dengan 25 persen anggaran TKD.

"Tapi saya perlu tegaskan bahwa mereka yang prasejahtera itu, yang jumlahnya 1,2 juta orang, yang menerima bansos kita adalah orang-orang yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi. Pilihannya adalah uang rakyat sebesar Rp 2 triliun itu diterima oleh 63.000 ASN atau diterima 1,2 juta rakyat prasejahtera di Jakarta. Kita pilih untuk memberikan Rp 2 triliun itu bagi rakyat prasejahtera di Jakarta," terang dia.

Anies meminta, meskipun TKD dipotong, ASN tetap fokus bekerja untuk rakyat dan tangguh menghadapi cobaan Covid-19 serta menjadi contoh bagi rakyat. Sebagai penyelenggara negara, ASN diminta Anies Baswedan menunjukkan sikap, pikiran, ucapan dan tindakan yang jauh lebih besar dari sekadar urusan gaji, tunjangan, atau urusan fasilitas lain.

"Kita harus ingat, di sisi depan baju seragam kita di sini ada simbol abdi negara. Ini bukan sekadar ornamen seragam. Ini, simbol ini adalah wujud sikap kita. Karena itu, saya ulangi sekali lagi. ASN DKI Jakarta harus tangguh! Ya, pendapatan kita berkurang. Ya, TKD kita berkurang. Tapi kita tetap penuh komitmen untuk terus bekerja bagi rakyat Jakarta," tegas Anies.

Lebih lanjut, Anies mengatakan semua orang sekarang sedang berjuang melawan wabah corona, bukan saja di Jakarta, tetapi seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Karena, kata dia, ASN tidak boleh lepas tangan, tetapi ambil tanggung jawab sesuai bidang masing-masing untuk menyelamat warga DKI.

"Di depan kita ada bencana kesehatan. Di depan kita ada krisis ekonomi. Fokus kita adalah menghadapi itu semua, menyelesaikan semua dampaknya. Kita bertanggung jawab untuk mengembalikan. Kita bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan semua ASN DKI Jakarta harus fokus pada tugasnya, harus fokus pada masa depan, harus fokus pada rakyat Jakarta," pungkas Anies. 



Sumber: BeritaSatu.com