Anies: Dampak Covid-19, Pendapatan Pajak DKI Turun 55%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Anies: Dampak Covid-19, Pendapatan Pajak DKI Turun 55%

Jumat, 29 Mei 2020 | 18:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa dampak Covid-19 telah membuat APBD Tahun 2020 mengalami penurunan yang drastis. Salah satunya, kata Anies pendapatan dari pajak yang mengalami penurunan sebesar 55 persen dari yang dianggarkan.

"Dan kita, di Pemprov DKI Jakarta, juga terkena dampak langsung. Pendapatan pajak turun dari Rp 50,17 triliun menjadi Rp 22,5 triliun, tinggal 45 persen," ujar Anies dalam Youtube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Dampaknya, kata Anies, APBD DKI juga mengalami penurunan dari Rp 87,9 triliun menjadi Rp 47,2 triliun atau tersisa 53 persen. Covid-19 telah membuat APBD DKI turun sebesar 47 persen.

"Belum pernah di dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta, kita mengalami penurunan pendapatan sebesar ini, yaitu lebih dari Rp 40 triliun," tandas Anies.

Karena itu, lanjut Anies, Pemprov DKI nengambil langkah relokasi anggaran. Menurut Anies, tidak ada pilihan lain selain realokasi anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan khususnya dalam penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Dalam kondisi pendapatan yang berkurang separuh, maka kita harus lakukan relokasi, kita harus melakukan pengurangan anggaran di berbagai sektor belanja langsung, belanja tidak langsung. Semua mengalami pemangkasan dan pemangkasannya drastis," ungkap dia.

Dalam dokumen keuangan Pemprov DKI yang diterima Beritasatu.com pada awal Mei 2020, disebut, PAD dari pajak daerah yang ditetap dalam APBD DKI 2020 sebesar Rp 50,170 triliun. Hingga 30 April 2020, realisasi pendapatan dari pajak daerah ini baru sebesar Rp 8,225 triliun. Diproyeksikan realisasi pendapatan dari pajak dalam periode Mei hingga Desember 2020 (jika Covid-19 terus berlangsung hingga Desember 2020), sebesar 14,344 triliun. Dengan demikian, proyeksi pendapatan DKI dari pajak daerah 2020 sebesar Rp 22,570 triliun atau hanya 44,99 persen dari angka yang ditetapkan.

Baca Juga: Ini 3 Kebijakan Pemprov DKI terkait Pajak Daerah

Terdapat dua jenis pajak yang mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis, yakni pajak reklame yang ditetapkan sebesar Rp 1,325 triliun, karena Covid-19 diproyeksi akan mengalami penurunan hingga Rp 200 miliar atau hanya 15,09 persen dari angka yang ditetapkan. Kemudian, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang mengalami penurunan hingga 16,27 persen. Dalam APBD DKI 2020, pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ditetapkan sebesar Rp 10,600 triliun dan diproyeksi turun hingga Rp 1,725 triliun (16,27 persen).

Pajak rokok diproyeksi tidak mengalami dampak dari Covid-19 sehingga pendapatan dari pajak rokok tetap 100 persen, yakni sebesar Rp 650 miliar. Pajak jenis lain yang penurunan pendapatannya tidak sampai di bawah 50 persen adalah pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor serta pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan.

Diketahui, pajak daerah merupakan salah satu pos dari PAD. Selain pajak daerah, PAD DKI juga berasal dari retribusi daerah sebesar Rp 755,75 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 750 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 5,885 triliun. Dengan demikian total PAD DKI Tahun 2020 yang sudah ditetapkan sebesar Rp 57,561 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Warga Bogor Ikuti Salat Jumat Pertama di Tengah Pandemi

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku terharu bisa kembali melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid setelah sempat ditiadakan selama satu bulan PSBB.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

TKD Dipotong, ASN DKI Diminta Anies Terus Bekerja untuk Rakyat

Anies Baswedan meminta ASN sebagai abdi negara tetap bekerja untuk melindungi dan menyelamatkan rakyat yang sedang menghadapi virus "corona".

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

Kota Bogor Siapkan Kuota 5.664 PPDB Siswa SMPN

PPDB tingkat SMP akan dimulai pada awal Juni mendatang dengan jumlah kuota 5.664 kursi dari total 125 SMP yang terdiri dari 20 SMP Negeri dan 105 SMP Swasta.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

Beri Informasi Keliru, Pejabat Humas Pemkot Bekasi Dimutasi

Pemkot Bekasi memberikan sanksi kepada pejabat Humas Pemkot Bekasi karena telah memberi keterangan keliru kepada wartawan terkait kedatangan Presiden Jokowi.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

Pendisiplinan Protokol Kesehatan, TNI-Polri Bangun Pos Pengamanan

TNI/Polri masih menyusun berapa kekuatan personel yang akan kita libatkan dari 11 Kabupaten/Kota atau 11 Polres dan 11 Kodim yang ada di wilayah Polda Metro.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

BNN Gerebek Gudang Sabu dan Ekstasi di Cikarang

BNN menggerebek gudang narkotika jenis sabu dan ekstasi di Jalan Puspa 1, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (28/5/2020).

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

Arus Balik di Pulo Gebang dan Gambir Sepi

Sejak pemberlakuan SIKM pada 23 Mei hingga 28 Mei jumlah penumpang memang ada penurunan.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

Pemeriksaan SIKM Berlaku hingga Status Bencana Nasional Covid-19 Dicabut

Berita yang menyebutkan bahwa SIKM sudah tidak diperlukan setelah 7 Juni 2020 dan pemudik bisa masuk kembali ke DKI Jakarta setelah itu, adalah tidak benar.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

H+5 Arus Balik, 3.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, telah memutar balik 3.095 kendaraan menuju Jakarta pada H+5 arus balik mudik Lebaran.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020

Gubernur dan Wagub DKI Tinjau Kesiapan Hadapi Transisi Kenormalan Baru

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika PSBB berakhir dan tidak dilanjutkan, maka masyarakat akan memasuki masa transisi.

MEGAPOLITAN | 29 Mei 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS