Wagub: DKI Jakarta Akan Masuk New Normal pada 5 Juni

Wagub: DKI Jakarta Akan Masuk New Normal pada 5 Juni
Ahmad Riza Patria.
Yustinus Paat / IDS Minggu, 31 Mei 2020 | 19:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan, jika warga DKI tetap disiplin menjalankan ketentuan dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan protokol pencegahan Covid-19, maka kemungkinan besar Jakarta akan memasuki masa transisi menuju new normal atau kenormalan baru pada 5 Juni mendatang. Dengan demikian, PSBB tahap III yang sudah berlangsung sejak 22 Mei hingga 4 Juni mendatang benar-benar menjadi PSBB penghabisan dalam penanganan Covid-19.

“Dalam beberapa hari ini, nanti kami (Pemprov DKI Jakarta) akan evaluasi (PSBB). Mudah-mudahan hasilnya baik sehingga pada 5 Juni, dimungkinkan memasuki masa transisi kenormalan baru atau new normal,” ujar Ariza di Asrama Mahasiswa Papua di Jakarta di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2020).

Menurut Ariza, keberhasilan PSBB dan penerapan new normal tidak bisa hanya tergantung pada upaya-upaya pemerintah yang telah dilakukan selama ini. Menurut dia, partisipasi masyarakat sangat penting untuk mengakhiri PSBB dan menuju pada new normal.

“Tidak bisa dilakukan semua oleh Pemprov. Kami sudah mengerahkan aparat Satpol PP, Dishub, polisi, dibantu TNI. Tapi semuanya tidak mencukupi aparat yang kita miliki. Untuk itu kita membutuhkan kerja sama yang baik dari semua pihak baik dunia swasta dan khususnya dari masyarakat,” imbuh dia.

Salah satu bentuk kerja sama warga DKI Jakarta, kata Ariza, adalah disiplin menjalankan ketentuan PSBB dan protokol pencegahan Covid-19. Kedisplinan tersebut bisa memutus mata rantai penularan Covid-19 dan menurunkan angka reproduksi virus corona sehingga kasus orang terpapar, baik menjadi pasien positif, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP) juga semakin turun bahkan sampai di angka nol.

“Jadi, mohon kesabarannya. Sebentar lagi kalau masyarakat tidak sabar, tidak patuh, nanti kita khawatir angkanya (kasus Covid-19) justru meningkat. Kalau meningkat, nanti dengan terpaksa kita perpanjang PSBB. Tolong masyarakat jangan ke pasar-pasar dulu kecuali untuk keperluan urusan dapur, pangan, sembako dan kesehatan. Di luar urusan yang diperbolehkan, kita minta masyarakat untuk patuh, taat dan disiplin,” pungkas Ariza.



Sumber: BeritaSatu.com