Tak Punya Kegiatan, Motif Dwi Sasono Pakai Ganja Selama 1 Bulan Terakhir

Tak Punya Kegiatan, Motif Dwi Sasono Pakai Ganja Selama 1 Bulan Terakhir
Dwi Sasono (Foto: instagram)
Bayu Marhaenjati / BW Senin, 1 Juni 2020 | 12:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Susah tidur dan tidak punya kegiatan selama pandemi Covid-19, menjadi latar belakang aktor Dwi Sasono alias DS mengkonsumsi narkotika jenis ganja.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

"Motif yang dia sampaikan kepada penyidik, pertama mengisi kekosongan waktu. Ada satu kendala yang membuat tersangka ini, dia memang susah tidur berapa bulan ini, selama Covid-19 ini dia diam di rumah saja. Jadi dia memanfaatkan waktu untuk melakukan hal yang salah. Tetapi kita masih mendalami apakah masih ada kemungkinan yang lain," ujar Yusri, Senin (1/6/2020).

Dikatakan Yusri, berdasarkan hasil tes urine sementara, DS positif mengkonsumsi ganja. Penyidik sudah menahan yang bersangkutan.

"Sementara hasil pemeriksaan dari penyidik memang yang bersangkutan positif. Jadi kita sudah lakukan penahanan berapa hari yang lalu," ungkapnya.

Yusri menjelaskan, DS ditangkap penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, di kediamannya daerah Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (26/5/2020) lalu. Awalnya penyidik memburu seseorang berinisial C selaku pengedar. Ketika dibuntuti, ternyata yang bersangkutan mengirimkan ganja kepada DS.

"Sehari sebelum penangkapan ini sudah dilakukan penyelidikan, mengintai, dan mengikuti. Setelah mengirim barang kepada tersangka yang kita tahan yakni DS, di situlah kita lakukan penangkapan. Pengedar inisial C melarikan diri dan sedang dilakukan pengejaran," katanya.

Menurut Yusri, pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan narkotika jenis ganja dengan berat brutto 15,6
gram yang disembunyikan di atas lemari, di kediaman DS.

"Ditangkap tanpa perlawanan, kooperatif, yang bersangkutan menunjukkan barang bukti yang memang dia dapat dari pengedar inisial C. Sampai saat ini yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan, masih didalami apakah ada kemungkinan tersangka lain selain C yang jadi DPO. Hasil pemeriksaan awal yang bersangkutan mengakui sebagai pengguna narkotika jenis ganja, memang rutin hampir sekitar satu bulan ini menggunakan ganja itu," jelasnya.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 ayat 1 yang ancaman pidananya paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.1.000.000.000 dan paling banyak Rp.10.000.000.000.



Sumber: BeritaSatu.com