Juli, Masjid Istiqlal Kembali Beroperasi

Juli, Masjid Istiqlal Kembali Beroperasi
Suasana lengang di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat saat libur hari raya Idulfitri Minggu (24/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Novy Lumanauw / Lenny Tristia Tambun / MPA Selasa, 2 Juni 2020 | 10:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Masjid Istiqlal setelah melalui proses renovasi akan kembali beroperasi pada Juli mendatang. Pernyataan itu diungkapkan Presiden Jokowi usai melakukan peninjauan pembangunan Masjid Istiqlal, pada Selasa (2/6/2020).

“Saya sudah mendapat informasi dari Prof Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal bahwa direncanakan Masjid Istiqlal akan dibuka pada bulan Juli, tapi keputusan pastinya di Bapak Imam Besar Masjid Istiqlal,” kata Jokowi. 

Saat melakukan peninjauan Presiden Jokowi didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Ia mengatakan, saat beroperasi nanti pihak pengelola harus memastikan bahwa protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat.

“Pada pagi hari ini, saya kembali ke Masjid Istiqlal untuk mengecek progres, perkembangan renovasi besar Masjid Istiqlal, sampai hari ini tadi sudah disampaikan kurang lebih 90% dan renovasi besar ini akan diselesaikan insya Allah pada awal bulan Juli,” katanya.

Ia mengatakan, penyelesaian pembangunan agak mundur karena adanya pandemi Covid-19. “Apakah setelah selesai akan dibuka, belum kita putuskan tapi tadi saya sudah mendapat informasi dari Prof Nasaruddin Umar, Imam besar Masjid Istiqlal bahwa direncanakan Masjid Istiqlal akan dibuka pada bulan Juli, tapi keputusan di Bapak Imam Besar Masjid Istiqlal,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga telah meminta Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar untuk mempersiapkan protokol-protokol kesehatan sehingga nanti disaat jemaah melaksanakan salat di Masjid Istiqlal semuanya aman dari Covid-19. Sebab, katanya, penyebaran Covid-19 di Tanah Air memang belum semua provinsi, wilayah dapat di kendalikan. Oleh sebab itu, pembukaan tempat ibadah mapun aktivitas ekonomi dan sekolah wajib melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka R0 dan Rt.

“Semua memakai data-data keilmuan yang ketat sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi sesuai dengan angka-angka yang telah saya sampaikan,”katanya.



Sumber: BeritaSatu.com