Pemprov DKI Uji Coba Penataan Stasiun Tanah Abang

Pemprov DKI Uji Coba Penataan Stasiun Tanah Abang
Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. (Foto: Antara Foto / Aditya Pradana Putra)
/ BW Selasa, 2 Juni 2020 | 12:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, Pemprov DKI tengah menguji coba penataan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk mengurai kemacetan di kawasan itu.

"Diharapkan dengan adanya penataan stasiun ini tidak terjadi lagi kemacetan lalu lintas di jalan-jalan arteri maupun lokal di stasun ini dan seluruhnya," kata Syafrin dalam kegiatan uji coba penataan stasiun di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020).

Syafrin mengatakan, penataan kawasan stasiun terintegrasi secara utuh dengan moda transportasi penumpang maupun barang ini, telah dimulai melalui penandatangan kerja sama pada 10 Januari lalu.

Ada empat stasiun di wilayah DKI Jakarta yang dilakukan penataan, yakni Stasiun Djuanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman.

Uji coba pertama di Stasiun Djuanda, lalu Stasiun Tanah Abang, dan kemudian dilanjutkan di Stasiun Senen, serta Stasiun Sudirman.

"Inti dari penataan stasiun ini adalah kita ingin adanya integrasi secara utuh untuk pergerakan orang dan kendaraan, apakah itu yang akan menuju stasiun atau dari stasiun menuju ke angkutan umum lanjutannya, serta adanya integrasi antarmoda dari rel dan jalan maupun roda dua," kata Syafrin.

Syafrin menyebutkan, integrasi lengkap ini dari pemerintah, dalam hal ini pemerintah pusat (Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan), Pemprov DKI Jakarta, BUMN (KAI dan KCI) serta BUMD Pemprov DKI Jakarta (MRT, Transjakarta, dan Sarana Jaya).

Semua stakeholders melakukan kegiatan sesuai dengan pembagian tugas, sehingga menghasilkan sebuah perubahan yang nyata di Stasiun Tanah Abang.

"Semua bersatu padu untuk mewujudkan integrasi yang utuh di lingkungan stasiun," kata Syafrin.

Penataan kawasan stasiun ini seluruh moda transportasi penghubung mendapat tempat masing-masing, seperti layanan Transjakarta sudah tersedia halte.

Demikian juga untuk ojek daring sudah disiapkan untuk parkir untuk turun dan jemput penumpang di bagian utara stasiun.

"Termasuk angkutan lingkungan seperti bajaj, mikrolet, ataupun mikrotrans juga kami tata untuk bisa masuk ke dalam lingkungan stasiun yang terintegrasi," kata Syafrin.

Untuk memastikan penataan tersebut berjalan baik, akan ada pengaturan dan pengawasan oleh satuan tugas pengawasan penataan stasiun yang telah dibentuk.

"Satgas penataan stasiun di bawah komando Kasatpol PP bersama-sama dengan perhubungan dan pemerintah kota," kata Syafrin.



Sumber: ANTARA