Melanggar PSBB, Puluhan Toko dan Kios di Pasar Gembrong Ditutup

Melanggar PSBB, Puluhan Toko dan Kios di Pasar Gembrong Ditutup
Petugas Satpol PP Jatinegara menutup toko mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2020) karena beroperasi selama masa pandemi Covid-19. (Foto: Handout)
/ YUD Selasa, 2 Juni 2020 | 18:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Puluhan toko dan kios serta lapak pedagang kaki lima (PKL) mainan anak di Pasar Gembrong, Jatinegara ditutup karena melanggar protokol kesehatan Covid-19, Selasa (2/6/2020) sore. Penutupan tersebut dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jatinegara, Jakarta Timur.

"Kegiatan dibagi tiga regu, dua menutup tempat usaha yang tidak diperbolehkan beroperasi, satu regu melakukan sosialisasi," kata Kasatpel Satpol PP Jatinegara, Sadikin, di Jakarta.

Tidak kurang dari 50 pedagang yang membuka usaha mainan pada bangunan permanen maupun lapak semi permanen dibongkar petugas dan pintu toko ditutup serta disegel.

Tidak ada barang dagangan yang disita petugas, namun beberapa lapak pedagang yang semi permanen disita untuk barang bukti.

Selama proses penertiban berlangsung, pedagang tampak pasrah lapak mereka dibongkar paksa serta disita petugas.

Sedangkan mainan yang dijual di toko-toko diarahkan petugas untuk dimasukkan ke dalam dan pintu toko ditutup rapat.

"Setelah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) berakhir akan ada pengumuman lebih lanjut dari gubernur. Pedagang kita larang beroperasi sampai masa PSBB dicabut gubernur," ujarnya.

Apabila masih ada pedagang yang kembali membuka dagangan mereka selama masa PSBB, kata Sadikin, akan ditindak tegas sesuai Pergub 41 tahun 2020 tentang saksi PSBB.

"Usaha yang dilarang beroperasi tapi melanggar akan didenda Rp 5 juta hingga Rp 10 juta dan usahanya akan ditutup," katanya.



Sumber: ANTARA