16 Orang Positif Covid-19 Terpapar di Pasar Cileungsi Bogor

16 Orang Positif Covid-19 Terpapar di Pasar Cileungsi Bogor
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara / Ahmad Subaidi)
Vento Saudale / YUD Selasa, 2 Juni 2020 | 21:45 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Enam orang dilaporkan terinfeksi Covid-19 di Pasar Cileungsi. Sebelumnya sepuluh orang telah positif Covid-19 di tempat yang sama, dengan penambahan itu, genap 16 orang terinfeksi positif masuk dalam klaster Pasar Cileungsi.

Berdasarkan data Gugud Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Selasa (2/6/2020) terdapat 12 kasus baru positif terinfeksi Covid-19. Dari jumlah itu sebanyak enam orang masuk dalam klaster Pasar Cileungsi dan empat orang asal Bojongede, satu orang asal Cibinong, dan satu orang asal Ciomas.

Baca juga: Pasien yang Berhasil Sembuh dari Covid-19 di DKI Bertambah 159 Orang

Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah dalam keterangannya menuturkan, dengan penambahan 12 kasus baru, total kasus positif di Kabupaten Bogor mencapai 217 kasus dengan rincian, 151 orang masih dalam perawatan, 15 orang meninggal, dan 49 orang sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Bertemu Tokoh Agama, Presiden Sampaikan Kebijakan Penanganan Covid-19

Untuk klaster Pasar Cileungsi, data awal positif kasus mulai terditeksi pada Sabtu (30/5/2020), saat itu ditemukan empat orang terinfeksi. Pascatemuan itu, dilakukan tes Covid dan ditemukan enam orang terinfeksi dan satu diantaranya telah meninggal dunia.

“Data tercatat kami sampai saat ini positif Covid-19 klaster Pasar Cileungsi jadi 16 orang,” kata Syarifah.

Untuk enam kasus baru, ada dari pedagang dan pengunjung. Diantaranya anaknya adalah pedagang di Pasar Cileungsi. “Jadi ini Kluster Pasar Cileungsi yang sudah transmisi lokal di keluarga,” jelas Syarifah.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Imunisasi Anak Wajib Dijalankan

Guna melakukan penyebaran lebih luas, Pasar Cileungsi ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Pasar Cileungsi masih disterilkan dan dilakukan penataan manajemen pasar yang apabila dioperasionalkan kembali harus mengikuti protokol kesehatan. Artinya bisa ditemukan kasus baru, pasar tidak dapat dibuka dalam waktu dekat.

Selain itu, pemkab juga terus secara masih melakukan tes Covid-19 guna mengetahui paparan dari orang-orang yang terinfeksi. Tim pengawasan juga terus memonitor hasil pasien positif untuk dilakukan tracking penyebaran dari klaster Pasar Cileungsi.



Sumber: BeritaSatu.com