Ini Inovasi AP II Cegah Penularan Covid-19 di Bandara Soetta

Ini Inovasi AP II Cegah Penularan Covid-19 di Bandara Soetta
Inovasi Angkasa Pura II dengan membuat lift dengan tombol pengoperasian melalui media kaki di Bandara Soekarno Hatta. (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / CAH Rabu, 3 Juni 2020 | 18:43 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Jelang pemberlakuan fase normal baru, PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten berupaya berinovasi agar dampak pandemi Covid-19 tidak menyebar. Setelah sebelumnya mempersiapkan metode digitalisasi untuk pengurusan dokumen untuk bisa terbang, kini Bandara Soetta juga berinovasi dengan membuat lift dengan tombol pengoperasian melalui media kaki.

"Jadi lift modifikasi yang kita buat dimana tombol pengoperasiannya tidak lagi memerlukan tangan dan jari tapi melalui metode media kaki. Ini memang merupakan salah satu inovasi Bandara Soetta dalam upaya mencegah penyebaran covid-19 yang mungkin saja terjadi di Bandara. Pengoperasian lift ini sudah dilakukan di lift yang ada di terminal 2 dan terminal 3 Bandara Soetta," ungkap Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Angkasa Pura II Siapkan Skenario New NormalDitambahkan Febri, pihak PT Angkasa Pura II memang terus berupaya untuk melakukan inovasi-inovasi khusus untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di lingkungan bandara. Namun begitu, Febri mengaku bahwa inovasi yang dilakukan ini juga dilakukan dengan membatasi penggunaan transportasi umum yang biasa melayani penumpang di bandara seperti kereta kelayang dan pemberlakuan penghentian sementara TOD.

Baca Juga: Bisa Online, Ini Syarat-syarat Dokumen Terbang Lewat Bandara Soetta

"Kalau kereta yang yang biasa melayani penumpang antar terminal sejauh in memang masih belum dioperasikan kembali, karena kami melihat moda transportasi umum itu bisa saja jadi tempat penyebaran virus. Makanya kami juga belum operasikan termasuk penutupan TOD bandara. Ini akan berlaku sampai virus ini bisa dicegah dan penyebarannya tidak meluas lagi," tandasnya.


Sumber: BeritaSatu.com