Pemkot Depok Tetapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga di 31 RW

Pemkot Depok Tetapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga di 31 RW
Aparat TNI memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas menuju Jakarta di perbatasan wilayah, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). (Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso)
Bhakti Hariani / YUD Rabu, 3 Juni 2020 | 18:50 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengidentifikasi wilayah Rukun Warga (RW) yang akan masuk dalam penetapan pembatasan sosial kampung siaga (PSKS). Dari total 19 kelurahan yang memiliki kasus konfirmasi aktif sama dengan atau lebih besar dari 6, terdapat 31 Rukun Warga (RW) ditetapkan sebagai PSKS berbasis RW.

Baca juga: MUI Depok Imbau Tata Cara Beribadah Tetap Berlakukan Protokol Covid-19

"Pada wilayah tersebut akan diatur protokol khusus yang sama saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meskipun jika wilayah lainnya nanti sudah ditetapkan PSBB proporsional," ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Jawa Barat, Rabu (3/6/2020).

Mohammad Idris menuturkan, sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan antara lain prosedur keluar masuk, pemeriksaan rapid test atau Polymerase Chain Reaction (PCR), pemantauan kasus, hingga penyisiran isolasi mandiri dengan melibatkan Satgas Kampung Siaga, RT, RW, dan relawan.

Baca juga: Antrean Perpanjangan dan Pembuatan SIM di Depok Membeludak

"Tujuan PSKS ini untuk memutus rantai penularan Covid-19 pada RW-RW yang memiliki kasus konfirmasi tinggi, sehingga diharapkan penyebaran dan peningkatan kasus dapat segera menurun," kata Idris.

Lebih jauh, dirinya menuturkan, perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Depok hingga hari ini sebanyak 906 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 417 orang. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) 677 orang.

Baca juga: Tak Miliki SIKM, Ratusan Kendaraan Tak Bisa Masuk Depok

Dia menambahkan, untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 85 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI.

"Untuk kasus konfirmasi sebanyak 564 orang, sembuh 262 orang, dan meninggal dunia 30 orang," pungkas wali kota.



Sumber: BeritaSatu.com