Pemkot Bogor Belum Perbolehkan Ojek Online Angkut Penumpang

Pemkot Bogor Belum Perbolehkan Ojek Online Angkut Penumpang
Ilustrasi ojek online, Go-jek dan GrabBike (Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin)
Vento Saudale / CAH Senin, 8 Juni 2020 | 13:31 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Masih dalam level tiga atau zona kuning, Pemerintah Kota Bogor belum memperbolehkan transportasi berbasis aplikasi atau ojek online (ojol) beroperasi mengangkut penumpang. Namun, pemkot memperbolehkan mal untuk beroperasi.

Wali Kota Bima Aya menuturkan, berdasarkan klasifikasi Pemprov Jabar, Kota Bogor masuk dalam level 3 atau zona kuning yang artinya masih perlu dilakukan pembatasan dan aktivitas masyarakat diperbolehkan 60 persen.

Baca JugaMulai 8 Juni, Ojol-Opang Boleh Angkut Penumpang Selain di 66 RW WPK

Untuk aktivitas transportasi, masih dilakukan pembatasan ketat. Khususnya bagi angkutan berbasis aplikasi, kendaraan masih dipersilakan mengangkut barang sedangkan untuk orang masih dilarang.

“Kita masih zona kuning, kebijakan untuk ojol masih sama. Belum bisa mengangkut penumpang, untuk barang boleh,” kata Bima, Senin (8/6/2020).

Demikian juga dengan penggunaan kendaraan pribadi, untuk sepeda motor masih diharuskan berboncengan dengan satu alamat dan kendaraan roda empat atau angkutan umum harus mengurangi kapasitas 50 persen.

Baca JugaKota Bogor Terapkan PSBB Proporsional Satu Bulan

Sementara, untuk pusat perbelanjaan atau mal, pemkot memberikan kelonggaran untuk buka. Bima menyebut, berdasarkan status tingkat kewaspadaan zona kuning kuning dimungkinkan untuk membuka mal. Tetapi dengan pemberlakuan protokol kesehatan dan jam operasional terbatas.

“Diberlakukan dulu uji coba, buka. Kalau kemudian rapih protokol kesehatannya bisa lanjut. Tapi kalau tidak, kita evaluasi kembali. Ini gak serentak. Ini tergantung kesiapan mal itu. Baru dua mal yang mengajukan izin buka,” tambah Bima.



Sumber: BeritaSatu.com