Wagub DKI: Pasar Rentan Menjadi Tempat Penularan Covid-19

Wagub DKI: Pasar Rentan Menjadi Tempat Penularan Covid-19
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan disinfektan di Pasar Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).
Yustinus Paat / EAS Rabu, 10 Juni 2020 | 22:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengkhawatirkan pasar menjadi tempat baru penularan virus Covid-19. Pasalnya, interaksi antara orang di pasar sangat tinggi dan penerapan protokol kesehatan tidak terlalu diperhatikan.

"Masyarakat kita di pasar yang paling rentan terjadinya penularan. Bisa jadi puncak dari semua yang kita khawatirkan ada di pasar,” ujar Ariza di acara diskusi yang berjudul Syawal Virtual yang dihelat Koordinator Wartawan Balai Kota-DPRD, Rabu (10/6/2020).

Sejauh yang diamati Pemprov DKI, kata Ariza, rumah ibadah, kantor dan kendaraan umum, sudah cukup baik menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya. Dia mencontohkan, di rumah ibadah, kantor dan kendaraan umum sudah disediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, kapasitas yang masuk hanya 50% dan pemakaian masker.

"Karena itu, protap sudah sangat jelas di pasar, nanti disiapkan wastafel, ada aparat, disinfektan, termogun, kami atur di pasar itu. Kami serahkan di pasar ada yang membagi ganjil genap tokonya, prinsipnya adalah pembatasan secara bertahap di pasar-pasar,” ungkap dia.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar nantinya penjual maupun pembeli di pasar tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, Ariza menganjurkan, untuk melakukan pembelian secara online sehingga masyarakat tetap berada di rumah.

“Untuk itu kita terus sosialisasi. yang ke pasar hati-hati. Kalau bisa online. Belanja itu bukan cuma kalengan, bungkusan, tetapi sayuran, ikan, daging, itu bisa belanja lewat online, harus mengubah paradigma kita belanja,” pungkas Ariza.



Sumber: BeritaSatu.com