Ojek Online Masih Sepi Penumpang

Ojek Online Masih Sepi Penumpang
Pengemudi ojek online disemprot desinfektan oleh rekannya saat hendak membawa penumpang dari shelter ojol di kawasan stasiun Sudirman, Jakarta, Senin, 8 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Carlos Roy Fajarta / HS Kamis, 11 Juni 2020 | 07:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekalipun sudah diizinkan beroperasi di DKI Jakarta sejak Senin (8/6) sebagai awal masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), ojek online (ojol) masih mengeluhkan penumpang yang sepi.
Sejumlah ojek online di kawasan Jakarta Utara mengeluhkan masih belum mendapatkan penumpang dalam jumlah banyak sebagaimama sebelum penerapan PSBB dan masa pandemi Covid-19.

Abdul Ghofar (53) salah satu pengemudi ojol yang biasa mangkal di Jalan Plumpang Semper mengatakan dirinya belum mendapatkan penumpang sejak memasuki masa PSBB transisi.
"Belum ada bawa penumpang mas, orderan sepi sekali, paling sehari dapat dua kali order itu juga antar makanan," ujar Abdul, Rabu (10/6/).

Dia menyebutkan banyak dari teman-temannya juga mengalami hal serupa. Dia berharap agar pihak pembuat aplikasi memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh pengemudi ojol untuk mendapatkan penumpang.
Yulianto (39) pengemudi ojol lainnya yang biasa mangkal di Jalan Kramat Jaya juga menyampaikan hal serupa bahwa dirinya masih belum mendapatkan penumpang.

"Kalau hari biasa sebelum Corona bisa sampai 20 penumpang, sekarang dapat 1 atau 2 penumpang saja sudah syukur Alhamdulilah," kata Yulianto yang masih belum mendapatkan penumpang meski sudah menunggu sejak pukul 9 pagi.
Dia mengungkapkan rekan-rekan sesama komunitas ojol di wilayah Jakarta lainnya juga mengeluhkan hal serupa yakni masih sulitnya mendapatkan penumpang.

Soleh (40) salah satu ojek online yang biasa menunggu penumpang di Jalan Yos Sudarso sekitar Polres Metro Jakarta Utara juga menyebutkan hal serupa. "Orderan penumpang belum normal kayak biasanya, GoRide-nya kalau sebelumnya penumpang bisa 20-30 penumpang. Kalau antar makanan atau barang normalnya bisa sekitar 15 kali sehari, sekarang paling 1-3 pengantaran saja," ungkap Soleh.

Kondisi penumpang yang masih sepi ini juga terjadi sejak hari pertama masa PSBB transisi, Senin lalu.
Sekalipun masih sepi, sebagian besar pengemudi ojol mulai lega setelah hampir dua bulan lamanya tidak bisa mengantar dan jemput penumpang. Selain penumpang yang sepi, suasana pandemi Covid-19 juga menyulitkan akses para pengemudi karena beberapa jalur tidak bisa dilewati. Kondisi tersebut membuat akses pengemudi ojol kesulitan untuk mengantar jemput penumpang karena harus memutar jauh.

"Banyak jalan-jalan perumahan yang ditutup gerbangnya, kita jadi muter jauh, padahal di peta enggak sejauh itu," kata seorang pengemudi ojek online di kawasan Kalibata.



Sumber: BeritaSatu.com