Masa Transisi, Semua Stasiun MRT Beroperasi

Masa Transisi, Semua Stasiun MRT Beroperasi
Prajurit TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Hotman Siregar / BW Kamis, 11 Juni 2020 | 18:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Moda raya terpadu (MRT) Jakarta akan hadir kembali menjadi pilihan transportasi publik yang yang bersih, aman, dan nyaman dalam melayani warga. Pengelola akan menerapkan protokol-protokol pencegahan Covid-19 di lingkungan MRT Jakarta.

"Dalam masa transisi atau adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif aman dari Covid-19 ini, MRT Jakarta kembali mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi publik dalam mobilitas sebagai upaya terciptanya pelestarian lingkungan. Dalam menuju tatanan baru ini, MRT Jakarta tidak dapat melakukannya sendiri," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam Forum Jurnalis di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

William menjelaskan, pihaknya fokus dalam menjalankan protokol kesehatan di MRT Jakarta. Selain itu, mengantisipasi bisnis dalam memasuki tata kehidupan normal yang baru nantinya.

Rata-rata penumpang pada minggu pertama dan kedua Maret 2020 masih sebesar 90.000 sampai 100.000 orang per hari. Namun, karena ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 16 Maret 2020, jumlah penumpang turun drastis.

"Sejak pemberlakukan PSBB, kami mengurangi jumlah kereta dari 14 jadi 3 rangkaian. Operasinya juga dari pukul 06.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB. Terus tujuh stasiun ditutup," katanya.

Namun, sejak Senin (8/6/2020), seluruh stasiun dibuka kembali. Pada Rabu (10/6/2020) kemarin, jumlah penumpang sudah mencapai 13.308 orang.

"Kita memang belum beroperasi sampai pukul 12.00 malam. Namun, boleh dikatakan sudah normal karena headway-nya per lima menit pada jam sibuk, dan 10 menit di jam tidak sibuk," jelasnya.

Pekan depan, William memperkirakan jumlah penumpang MRT naik menjadi 20.000-30.000 per hari. Sehingga pada bulan Juli jumlah penumpang diperkirakan sudah mencapai 60.000-70.000 per hari.

"Kita berharap angka stay di bulan Juni kemudian ketika bulan Juli nanti mudah-mudahan PSBB transisi berhasil dan kita rencanakan naik di angka 60.000-70.000 per hari," ucapnya.

Terkait target normal 100.000 penumpang setiap hari, William mengaku akan sulit tercapai dalam dekat. Sebab, pembatasan penumpang dan social distacing masih berlaku



Sumber: BeritaSatu.com