Proyek MRT Jakarta Fase II Dilanjutkan 15 Juni Mendatang

Proyek MRT Jakarta Fase II Dilanjutkan 15 Juni Mendatang
Rencana proyek pembangunan MRT Fase II yang ditampilkan dalam penandatanganan kerjasama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Muawwan Daelami / CAH Kamis, 11 Juni 2020 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, pembangunan proyek Mass Rapid Transportation (MRT) Jakarta Fase 2 akan dilanjutkan pada 15 Juni 2020 mendatang. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan saat ini sedang ada kajian feasibility studies untuk kelanjutan pembangunan fase II B dari Kota ke Ancol Barat.

Kelanjutan Fase II tersebut didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) selaku konsultannya. Juga sudah dimobilisasi dan sedang dicari untuk besaran nilainya.

Baca JugaAnies Baswedan: PSBB III, Fase Sangat Menentukan Menuju Normal Baru

Dalam pembangunan Fase II, pihaknya akan menggunakan beberapa opsi. Pertama, memastikan bahwa MRT Jakarta mampu mendanai seluruh pendanaan fase II ini dengan melanjutkan pendanaan dari JICA. Dan hal ini sudah diputuskan dan pemerintan akan mengajukan permintaan.

Sebab fase II ini dibangun bukan hanya tracknya tetapi juga Transit Oriented Development (TOD)-nya. Langkah-langkah corporate action secara business to business terus diupayakan untuk memperoleh dana tambahan guna membangun sejumlah fasilitas untuk memperkuat stasiun dan membangun TOD.

"Ini dua opsi yang sedang kita lakukan. Sebagai contoh di kawasan Monas, Harmoni kemudian Ancol Barat kini sudah beroperasi. Ini bisa terlaksana karena kita lakukan secara business to business," tutur William dalam kegiatan Forum Jurnalis yang digelar secara daring pada Kamis, (11/6/2020).

Baca Juga: Konsorsium Adhi-Shimizu Menang Lelang MRT Fase 2 Paket CP201

Terkait kawasan Monas, MRT Jakarta juga akan melakukan archeological tes pit oleh para ahli arkeologi, arsitektur dokumentasi, penggambaran, pemetaan, analisis temuan, pemugaran, dan konservasi yang kompeten di bidangnya untuk menguji nilai peninggalan purbakal serta metode penyelamatannya.

Lebih lanjut  Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvi Halim menambahkan, mengingat pembangunan MRT Fase II yang berlangsung di masa PSBB Transisi, maka pelaksanaannya akan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu bagi pekerja di lokasi proyek, social distancing, tool box meeting dan perlengkapan keamanan bagi para pekerja.

"Di aspek konstruksi fase II ini, MRT Jakarta juga membangun kolaborasi penggunaan Building Information Modelling (BIM) dan Common Data Environment (CDE) untuk mendukung penerapan normal baru atau new normal," tambah Silvi.

 



Sumber: BeritaSatu.com