Covid-19 Meningkat, Jabar Ingatkan Pemkot Bogor Lebih Waspada

Covid-19 Meningkat, Jabar Ingatkan Pemkot Bogor Lebih Waspada
Memperingati ke-538 Hari Jadi Bogor (HJB) Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah ruas jalan protokol di wilayah Kota Bogor. (Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale)
Vendo Saudale / HS Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:37 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Jumlah rata-rata reproduksi penularan orang terinfeksi Covid-19 atau reproduction number (RO) Kota Bogor masih di bawah satu. Namun, ada peningkatan 0,10 dalam sepekan terakhir. Untuk itu, Pemprov Jabar mengingatkan Pemkot Bogor untuk selalu waspada.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Wali Kota Bogor Bima Arya saat rapat koordinasi melalui telewicara, Jumat (12/6/2020) malam.

Dalam data yang dipaparkan Ridwan Kamil, Kota Bogor masih berada di tingkat kewaspadaan tiga yang diberi label warna kuning, sama dengan wilayahnya Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan kota/kabupaten Bekasi (Bodebek).

“Saya menyimpulkan bahwa ada kenaikan tren dalam dua minggu ini. Walaupun masih dalam kategori terkendali, tapi angka reproduksinya naik pelan-pelan 0,69 lalu 0,72 sekarang 0,8. Mudah-mudahan jangan menjadi berita buruk di dua minggu berikutnya. Saya titip jaga wilayahnya masing-masing,” ungkap Emil.

Dia menegaskan Bodebek untuk 80 persen kebijakan di tingkat wilayah tetap seirama dengan kebijakan DKI. Tetapi, bila ada kebijakan kearifan lokal yang berbeda seperti terkait transportasi berbasis aplikasi yang berbeda dengan Jakarta maka pemprov persilakan.

Setelah dibuka kembali tempat ibadah dan sejumlah perkantoran di masa PSBB transisi, lanjut Emil, pada minggu ini akan masuk pembukaan terbatas bagi sektor perdagangan termasuk mal dan minggu berikutnya pariwisata dengan rekomendasi.

“Tempat hiburan malam dan wisata indoor ditahan dulu. Kemudian pendidikan juga ditahan dulu jangan sampai ada kebijakan pembukaan, jangan sampai kasus Korea Selatan, Israel dan Prancis, gara-gara dibuka sekolah tapi belum siap, jadi terkendala,” bebernya.

Menanggapi itu, Bima Arya mengungkapkan level kewaspadaan kuning berarti kebijakan PSBB di masa transisi fase kedua ini tetap berlaku. “Kota Bogor level kewaspadaannya masih kuning. Artinya tidak ada perubahan kebijakan. Aktivitas pernikahan, seminar di hotel masih belum bisa dibolehkan. Tadinya kita ingin mulai mengizinkan pernikahan di hotel, tapi masih kuning artinya tidak boleh. Jadi harus ditahan dulu,” ungkap Bima.

Sementara itu, untuk pembukaan mal di Kota Bogor, Bima menyebut masih diperbolehkan asalkan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Bila pengelola mal siap dengan itu semua, kami akan cek langsung di lapangan, lalu kami berlakukan masa uji coba pembukaan mal selama satu minggu. Kalau berjalan dengan baik, silahkan teruskan. Kalau tidak, akan kami evaluasi kembali,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com