Jalur Cianjur Puncak Macet Parah, Banyak Warga Tidak Bermasker

Jalur Cianjur Puncak Macet Parah, Banyak Warga Tidak Bermasker
Kondisi kemacetan dan keramaian di kawasan wisata Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu sore, 14 Juni 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)
Carlos Roy Fajarta / CAH Minggu, 14 Juni 2020 | 15:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Jalur kawasan wisata Puncak Bogor di Jalan Raya Puncak Cianjur, Jawa Barat macet dan dipadati ribuan orang yang hendak menghabiskan waktu wisatanya di area kebun teh dan pusat kuliner, Minggu (14/6/2020).

Dari pantauan Beritasatu.com di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, antrian menuju jalur bawah Puncak sudah mengular sejak melewati Istana Cipanas, dan semakin padat saat menjelang Puncak Pass dan Rindu Alam.

Herman (38) salah satu pengunjung kebun teh di Puncak mengaku dirinya tidak menyangka bahwa kawasan Puncak akan seramai seperti saat ini.

"Saya kira tidak terlalu ramai, tapi ini ramai sekali, seperti sudah tidak ada virus Corona (Covid-19), pengunjung juga banyak yang tidak menggunakan masker," ujar Herman yang berwisata bersama 4 anggota keluarga lainnya dari wilayah Harapan Indah Bekasi.

Susanti (23) salah satu pengguna sepeda motor yang merupakan warga Kota Bogor mengaku kemacetan parah memang sudah lazim terlihat di jalur puncak khususnya di akhir pekan dan Minggu sore.

"Ya mungkin karena sudah dilonggarkan ya, jadinya banyak yang pengen liburan di Puncak Bogor, karena memang minggu sebelumnya saat masih PSBB tidak seramai ini," kata Susanti.

Ia mengaku sudah mengira akan terjebak macet ketika selesai bersantap hidangan sate kelinci di daerah Puncak bersama kawan-kawannya.

"Ya mau bagaimana lagi kalau sudah macet begini ya jadi gak bisa jaga jarak, banyak sih yang udah gak pakai masker. Tapi kalau saya masih pakai mas, ya buat jaga-jaga saja," kata Susanti.

Jono (43) salah satu pemilik warung mie instan dan makanan & minuman ringan di kawasan Puncak mengaku semenjak peraturan PSBB di perlonggar semakin banyak orang dari Jakarta dan daerah lainnya yang kembali berlibur di Puncak.

"Ya alhamdulillah, setelah hampir mau tiga bulan kita rugi semua mulai dari pemilik kios, villa, dan area wisata selama pandemi Covid-19, sekarang kita mulai ramai lagi. Kita sebisa mungkin meminta pengunjung pakai masker, tapi kadang lebih galak mereka daripada kita. Jadi ya kita biarkan saja yang penting dagangan laris," kata Jono.

Sementara itu, Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono menyebutkan kemacetan di Puncak sudah ditanggulangi dengan melaksanakan satu arah ke bawah (Jakarta) pada pukul 15.00 WIB.

"Nanti pasti akan terurai, jika ada laporan warga tidak menggunakan masker itu seharusnya pemerintah daerahnya lebih aktif mengawasi apalagi di sana daerah wisata," kata Istiono.



Sumber: BeritaSatu.com