Pemkot Bogor Wajibkan ASN di Atas 50 Tahun Bekerja di Rumah

Pemkot Bogor Wajibkan ASN di Atas 50 Tahun Bekerja di Rumah
Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengecek kesiapan Stasiun Bogor jelang awal minggu kerja, Minggu (14/6/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Vento Saudale / BW Rabu, 17 Juni 2020 | 10:04 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) yang berusia di atas 50 tahun untuk bekerja dari rumah (WFH). Pemkot sejauh ini tidak menerapkan sistem pembagian kerja.

Tak hanya itu, bagi ASN usia produktif tetapi mengidap penyakit dan yang sedang hamil, juga diwajibkan kerja dari rumah.

“Sebelumnya kan ada sistem piket. Hanya sebagian yang masuk. Namun, saya minta sekarang yang tidak perlu, tidak usah ke kantor. Ibu hamil, usia di atas 50 tahun, dan yang mengidap penyakit juga untuk tidak ke kantor dulu. Semuanya WFH,” ungkap Bima Arya, Rabu (17/6/2020).

Bima menambahkan, untuk layanan publik tetap aktif melayani meskipun dibatasi. “Pelayanan publik menerapkan protokol kesehatan dan harus dipatuhi,” ujarnya.

Terkait Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 yang dikeluarkan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 tentang Pengaturan Jam Kerja, Pemkot Bogor tidak akan menerapkan kebijakan tersebut.

“Kalau sif itu lebih targetnya di Jakarta. Kalau di Bogor kan tidak terjadi penumpukan pengguna transportasi. Karena menumpuknya yang mau ke Jakarta. Kalau arus yang mau ke Bogor tidak ada masalah saya kira. Di Stasiun Jakarta kan tidak ada penumpukan arus pagi-pagi ke Bogor,” ujar Bima.

“Surat edaran dari Gugus Tugas itu lebih kepada warga Bogor yang kerja di Jakarta. Namun, kalau untuk ASN, ini berlaku aturan dari Kempan-RB tentang work from home. Kita atur jadwal piketnya. Sekarang masih banyak WFH,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com