Tangerang Hentikan BLT, Bogor Tunda Pembangunan Alun-alun

Tangerang Hentikan BLT, Bogor Tunda Pembangunan Alun-alun
Pemkot Tangerang menggelar rapid test di Kecamatan Larangan, yang termasuk zona merah Covid-19, Rabu (17/6/2020). (Foto: Beritasatu.com / Chairul Fikri)
Chairul Fikri / Vento Saudale / HS Kamis, 18 Juni 2020 | 08:09 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Tangerang mengakui pendapatan asli daerah (PAD) menurun drastis saat pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut menyebabkan bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari anggaran pendaptatan dan belanja daerah (APBD) Kota Tangerang gagal disalurkan kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman saat dihubungi media, Selasa (16/6), mengatakan PAD Kota Tangerang turun drastis. Jika pada kondisi normal pendapatan bisa mencapai Rp 9 miliar per hari, maka selama pandemi ini hanya Rp 150 juta per hari.

"Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangerang sangat minim. Jadi kita harus benar-benar mengatur regulasi bantuan selama pandemi Covid-19 ini. Makanya, bantuan tidak bisa sekaligus dikeluarkan karena ada regulasi tidak boleh double dan kondisinya saat ini kas (daerah) sedang ngedrop bener," ungkap Herman.

Dikatakan, untuk penanganan Covid-19 sendiri ada revisi anggaran yang akan dikeluarkan Pemkot Tangerang.
"Untuk jaring pengaman sosial (JPS) awalnya kita siapkan Rp 144 miliar namun akhirnya ada pengurangan lagi menjadi Rp 123 milyar karena ada recovery ekonomi dan lainnya," tambahnya.

Herman mengakui berkurangnya PAD Kota Tangerang selama pandemi Covid ini lantaran tidak adanya pajak dari tempat makan, parkir hingga tempat hiburan karena berhenti beroperasi terkait pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Tangerang Raya. Sedangkan Pemkot Tangerang harus mencicil dalam membayar proyek kegiatan yang sudah terlaksana sejak awal tahun ini.

"Untuk kebutuhan kita bayar gaji, kebutuhan rutin, termasuk juga membayar kegiatan berjalan, kan dari januari sudah berjalan. Sama dicicil untuk kegiatan, hal itu yang membuat Pemkot Tangerang kesulitan untuk menyalurkan BLT kepada masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunda bantuan provinsi (banprov) untuk alokasi proyek pembangunan alun-alun Bogor sebesar Rp 15 miliar. Penundaan bantuan anggaran itu dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Alun-alun Kota Bogor Febby Dermawan menuturkan, proyek pembangunan alun-alun Kota Bogor sudah masuk dalam tahap lelang. Namun di tengah jalan ada refocusing anggaran oleh Pemprov Jabar kepada bencana nonalam Covid-19 sehingga alokasi pembangunan alun-alun Bogor ikut tertunda.

“Kalau proses lelang memang sudah berjalan, tetapi dalam perjalanan waktu, proses lelang itu anggarannya hanya untuk konsultan pengawasan, sementara untuk fisik dibayar 2021. Makanya dihentikan,” ujar Febby, Selasa.

Sebelum proyek alun-alun ditunda, Pemkot Bogor sudah melakukan sejumlah proses seperti pemagaran lahan eks Taman Topi, dan menyusun kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL) lalu lintas, dan kajian lingkungan.



Sumber: BeritaSatu.com