Aturan Jalur Sepeda untuk Hindari Kecelakaan

Aturan Jalur Sepeda untuk Hindari Kecelakaan
Ilustrasi Jalur Sepeda (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Bayu Marhaenjati / WBP Jumat, 19 Juni 2020 | 11:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, telah menyiapkan jalur sepeda sementara (pop up bike lane), di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta. Kebijakan ini diberlakukan merespons meningkatnya pesepeda, termasuk mengantisipasi papasan pejalan kaki dengan pesepeda untuk mencegah penularan Covid-19, di trotoar.

Pesepeda wajib masuk jalur yang sudah disediakan sepanjang 14 kilometer itu. Jika tidak, ada aturan sanksi denda Rp 100.000 atau kurungan 15 hari.

Baca juga; Awas, Bersepeda di Luar Jalur Bisa Didenda Rp 100.000

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur tentang tata cara pengendara sepeda, seperti bagi pengendara kendaraan tidak bermotor tidak boleh menggunakan jalan lain selain jalurnya.

"Artinya selama di jalan itu ada jalur sepedanya, maka pesepeda harus menggunakan jalur sepeda. Ini tentu saja tidak hanya untuk kepentingan pesepeda sendiri, tetapi untuk kepentingan orang lain pemakai jalan.
Sebaliknya apabila di situ ada jalur sepeda, maka kendaraan lain tidak boleh melalui jalur sepeda itu," ujar Sambodo, Jumat (19/6/2020).

Dikatakan Sambodo, apabila kendaraan lain masuk jalur sepeda yang memiliki marka, maka pengendara itu melanggar marka jalan. "Di situ kan markanya tidak terputus di jalur sepeda, pelanggarannya diatur Pasal 287 ayat (1) ancaman hukum sanksi Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan," ungkapnya.

Sebaliknya, apabila pesepeda tidak menggunakan jalurnya padahal sudah disiapkan, maka dapat dikenakan sanksi yang diatur Pasal 299 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Kalau sepeda tidak menggunakan jalurnya, padahal dia sudah disiapkan jalurnya, tapi dia menggunakan jalur yang di sebelah kanan dan ada kendaraan lainnya tentu itu akan membahayakan juga. Itu diatur di Pasal 299 denda Rp 100.000 ancaman kurungan 15 hari, bagi kendaraan tidak bermotor," katanya.

Sambodo menjelaskan, berdasarkan pengamatan, sebagian besar pesepeda atau sekitar 80 hingga 90 persen, telah masuk atau menggunakan jalur sepeda. "Tapi hanya saja satu-dua yang menggunakan sepeda balap yang kemudian dia tetap masuk di luar jalur sepeda," jelasnya.

Menurut Sambodo, Ditlantas dan Dishub saat ini sedang melakukan sosialisasi terkait penerapan jalur sepeda sementara. Sebelumnya telah disepakati pengaturan waktunya yakni, pada hari kerja Senin hingga Jumat, pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB dan sore hari mulai pukul 16.00-18.00 WIB.

Selanjutnya, Sabtu pukul 06.00-09.00 WIB pagi hari dan sore hari pukul 16.00-19.00 WIB. Sementara itu, hari Minggu pada pagi hari mengikuti kebijakan car free day dan malamnya dari pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

"Tapi nanti kita evaluasi terus, artinya kalau memang pesepedanya masih banyak tentu kita tambah waktunya. Tapi ternyata jam 07.00 tidak ada yang lewat bisa juga kita kembalikan lagi. Kita lihat nanti seminggu ini seperti apa," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com