Tinjau Terminal Grogol, Ariza Ingatkan Penumpang dan Operator Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Tinjau Terminal Grogol, Ariza Ingatkan Penumpang dan Operator Serius Terapkan Protokol Kesehatan
Ahmad Riza Patria.
Yustinus Paat / JAS Sabtu, 20 Juni 2020 | 16:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meninjau pelaksanaan protokol kesehatan sejumlah kendaraan umum di Terminal Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (20/6/2020). Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di masa PSBB Transisi Fase I Menuju Masyarakat Aman, Sehat, dan Produktif yang telah berjalan selama kurang lebih dua pekan.

Pria yang akrab disapa Ariza itu mengingatkan agar penumpang dan operator kendaraan umum berkomitmen untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti pembatasan jumlah hingga penggunaan masker bagi para penumpang.

“Apalagi, angkutan umum yang ada di sini juga ada dari daerah lain, seperti Balaraja, Tangerang. Berarti ini kan dari daerah lain. Sehingga, kita minta untuk benar-benar serius menerapkan protokol kesehatan,” kata Ariza.

Diketahui, dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020, disebutkan bahwa terdapat sejumlah protokol kesehatan di kendaraan umum. Yaitu, diisi dengan jumlah penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas, melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, antrean penumpang harus berjarak 1 meterantar orang, hingga pembatasan jam operasional sesuai pengaturan dari Pemprov DKI Jakarta.

Adapun sanksi yang berkaitan dengan pelanggaran protokol kesehatan di kendaraan umum, sesuai Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020, adalah denda administratif paling sedikit Rp 100.000 dan paling banyak Rp. 500.000, kerja sosial, hingga tindakan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Memang ini cukup berat ya bagi usaha kecil. Tapi, mudah-mudahan kita bisa segera melalui ini dengan cepat supaya kita bisa terhindar dari virus. Mudah-mudahan, Jakarta berkat kerja sama dari seluruh warga, seluruh pengelola mal, pasar, operator angkutan umum, pengelola terminal, seluruh masyarakat, Jakarta bisa menjadi provinsi yang tadinya sebagai pusat dari pandemi Covid-19 segera yang pertama keluar dari segala wabah virus ini,” pungkas Ariza.