Pesan Ganja, Direktur Perusahaan Investasi Diciduk Polisi

Pesan Ganja, Direktur Perusahaan Investasi Diciduk Polisi
Petugas kepolisian bersama pihak Bea Cukai dan PJR menunjukkan barang bukti ganja dan sabu-sabu di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (23/6/2020). Barang haram itu diamankan dari direktur investasi perusahaan investasi dan dua orang pengemudi di Tol Wiyoto Wiyono. (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus)
Carlos Roy Fajarta / BW Selasa, 23 Juni 2020 | 14:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara menciduk HKL, seorang Direktur PT SHM dan shareholder PT MPI yang bergerak di bidang jasa investasi, Minggu (21/6/2020) lalu.

"Mendapat informasi dari Bea Cukai,. kami melakukan control delivery pengiriman narkoba jenis ganja dari Medan. Dikirim melalui jasa paket pengiriman swasta yang melewati Kantor Bea Cukai Marunda. Di sana tertuliskan pakaian, tetapi di dalamnya dicurigai ada narkotika," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa (23/6/2020) di Mapolres.

Setelah ditelusuri, kepolisian mendapatkan informasi bahwa penerima barang tersebut adalah direktur perusahaan investasi yang berkantor SCBD.

Paket tersebut dititipkan kurir ekspedisi ke resepsionis, kemudian tersangka mengambil barang tersebut di kantor dan membawanya ke rumah untuk digunakan.

"Ditujukan pada seseorang yang menjabat sebagai direktur merangkap komisaris di perusahaan bidang investasi tersebut. Saat kita amankan, tersangka bersama barang bukti. Pengakuan yang bersangkutan sudah cukup lama menggunakan narkotika tersebut," tutur Budhi Herdi.

Barang bukti yang diamankan polisi dari kediaman tersangka di Kompleks Perumahan Kalibata Indah Jakarta Selatan, yakni 11 paket ganja yang disimpan dalam berbagai kemasan dengan berat total 58,03 gram.

Atas perbuatannya, HKL dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan denda Rp 800 juta atau maksimal 12 tahun dan denda Rp 8 miliar.
"Kami juga mengamankan REP (24) dan YS (32) yang diamankan Polisi PJR. Anggota mencurigai ada sebuah mobil sedan berhenti siang hari di pinggiran jalan tol KM 14 Wiyoto Wiyono," tambah Budhi didampingi Kasat Narkoba AKBP Kurniawan Hartono.

Setelah digeledah dari mobil dua tersangka, Sabtu (20/6/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, didapatkan dua klip sabu-sabu seberat 0,70 gram beserta alat hisap.

Keduanya dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.



Sumber: BeritaSatu.com