Kolaborasi TNI-Polri Membuat Nenek Renta Jadi Sangat Terharu

Kolaborasi TNI-Polri Membuat Nenek Renta Jadi Sangat Terharu
Rumah Anih (78) dirobohkan untuk direnovasi dalam kegiatan bedah rumah TNI-Polri Kabupaten Bogor, Kamis (25/6/2020). (Foto: Berita Satu / Vento Saudale)
Vento Saudale / BW Jumat, 26 Juni 2020 | 23:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anih, nenek renta berumur 78 tahun di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, begitu terharu. Ia tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Puluhan tahun, dia tinggal di rumah yang tidak layak huni. Ia kini hidup sebatang kara, karena suaminya telah meninggal beberapa waktu lalu.

Anih tinggal di rumah semipermanen. Sebagian rumah bersemen, sedangkan bagian belakang rumah atau dapur masih beralas tanah. Rumah seluas 70 meter persegi itu mempunyai ruang tamu dengan dua ruang tidur berdinding semen.

Hanya bagian dapur berdinding bilik bambu dan atapnya pun nyaris roboh. Berhimpitan dengan dapur, terdapat tempat MCK yang tampak seperti kubangan ketimbang kamar mandi.

Pada Kamis (25/6/2020), rumah Anih dirobohkan. Setelah itu, selama dua pekan ke depan, rumah akan dibangun ulang oleh sekitar 20 anggota TNI-Polri. Pada masa pembangunan, Anih pun diungsikan sementara untuk tinggal di sebuah hotel di Kota Bogor.

Hatur nuhun, hatur nuhun, hatur nuhun pisan (terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak) kepada bapak-bapak. Abdi teu tiasa (saya tidak bisa) balas kebaikan,” kata Anih yang saking gembira tidak bisa berkata-kata.

Bedah Rumah
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menuturkan, renovasi atau bedah rumah merupakan kerja bareng TNI-Polri Kabupaten Bogor, khususnya bantuan sosial Akabri 1989. Kegiatan juga merupakan suatu bentuk kemanusian kepada Anih yang menghuni rumah tidak layak dan tinggal sendiri.

“Sambil menunggu rumahnya jadi, kita juga sudah siapkan tempat tinggal sementara. Berharap kegiatan ini juga menjadi kebahagian bagi warga sekitar,” papar Roland.

Setelah kegiatan selesai, lanjut Roland, pun akan dievaluasi dan ke depan akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang sama kepada rumah-rumah tidak layak huni lainnya.

Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0621/Kabupaten Bogor Letkol (inf) Sukur Hermanto menjelaskan, spesifikasi rumah yang dibuat melibatkan unsur TNI-Polri, juga warga sekitar tidak asal jadi.

Ia memastikan, rumah dibuat merupakan bangunan layak huni dengan ketentuan baik dari sanitasi terjamin, kekuatan bangunan, hingga nantinya yang tinggal di rumah itu sehat.

“Estimasi kita, dua minggu selesai. Lebih cepat, tentunya lebih baik. Ini juga merupakan bentuk pelayanan sosial TNI-Polri bagi masyarakat,” tambah Dandim Sukur.



Sumber: BeritaSatu.com