Jakarta Masuki Gelombang Kedua Covid-19?

Jakarta Masuki Gelombang Kedua Covid-19?
Pedagang Pasar Pademangan Timur mengikuti "rapid test" Covid-19, Jumat, 19 Juni 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus)
Dion Bisara / AB Sabtu, 27 Juni 2020 | 18:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan melaporkan ada 198 pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta pada Sabtu (27/6/2020). Berdasarkan data tersebut, selama lima hari berturut-turut tercatat penambahan kasus baru lebih dari 150 di Ibu Kota. 

Dari hasil analisis Beritasatu.com, rata-rata tujuh hari dari kasus baru--sebuah ukuran untuk melihat tren yang lebih akurat dengan menghilangkan fluktuasi laporan harian--telah mencapai puncak kasus baru yang lebih tinggi dari puncak sebelumnya pada April 2020. Artinya, Jakarta telah memasuki gelombang kedua Covid-19. 

Saat ini, rata-rata tujuh hari kasus baru di Jakarta sebesar 170 atau 12 persen lebih tinggi dari puncak sebelumnya, yaitu 152, yang tercatat pada 17 April 2020 atau seminggu setelah Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Rata-rata tujuh hari kasus Covid-19 terus menurun pada sisa April dan selalu berada di bawah 120 selama Mei 2020.

Kemudian, pada 5 Juni 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Jakarta memasuki masa transisi PSBB. Pasa masa transisi, warga diizinkan kembali berkumpul di rumah ibadah, serta kantor, mal, dan tempat rekreasi kembali dibuka. Namun, setiap tempat yang kembali dibuka hanya diizinkan menampung maksimal 50 persen dari kapasitas. Sejak saat itu, jumlah kasus baru Covid-19 di Jakarta cenderung kembali menanjak.



Sumber: BeritaSatu.com