Seorang Warga Jerman Terjaring Operasi SIKM di Stasiun Pasar Senen

Seorang Warga Jerman Terjaring Operasi SIKM di Stasiun Pasar Senen
Pendatang yang terjaring tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM), diarahkan ke Gelanggang Remaja Pulogadung, Jaktim, Jumat (5/6/2020) siang (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus)
/ BW Sabtu, 27 Juni 2020 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menjaring seorang warga negara asing (WNA) Jerman di Stasiun Pasar Senen karena tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) sebagai syarat masuk ibu kota.

"WNA itu naik kereta dari Semarang, pas sampai sini dicek ternyata tidak punya SIKM. Jadi kita bawa ke Gedung KONI Gambir untuk menjalani isolasi mandiri selama satu hari," kata Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Jakarta Pusat Gatra Pratama Putra saat dihubungi, Sabtu (27/6/2020).

Gatra mengatakan WNA berinisial ST tersebut mengaku datang ke Jakarta untuk bisnis atau membuka usaha.

Karena tidak memiliki SIKM, ST memutuskan kembali ke tempat awal keberangkatannya, yaitu Semarang.

"Sudah kembali lagi ke Semarang tadi pagi, naik kereta pukul 07.00 WIB," ujar Gatra.

Meski beberapa hal dilonggarkan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, masyarakat yang akan keluar atau pun masuk ke wilayah Jakarta harus memiliki SIKM.

SIKM berfungsi untuk memastikan orang yang melakukan perjalanan baik keluar atau pun masuk Jakarta bebas dari Covid-19 dan dapat memenuhi persyaratan isolasi mandiri.

SIKM bertujuan untuk mengurangi jumlah pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga dapat memperkecil potensi penyebaran Covid-19.

Untuk di Jakarta Pusat, pengecekan SIKM saat ini dilakukan di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen yang menjadi gerbang keluar atau pun masuk warga melakukan mobilitas jarak jauh.



Sumber: ANTARA