Volume Kendaraan di DKI Jakarta Mendekati Normal

Volume Kendaraan di DKI Jakarta Mendekati Normal
Kepadatan Lalu lintas kendaraan di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 1 Juli 2020 | 13:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, volume kendaraan bermotor sudah mendekati angka normal pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, di Ibu Kota Jakarta.

"Kalau volume kendaraan dimasa PSBB transisi ini memang sudah hampir mendekati normal. Angka-angka kita dapatkan dari berbagai gerbang tol baik di Halim, Cililitan yang dari arah Bogor, Halim yang dari arah Bekasi maupun Tomang ini menunjukan bahwa angka sudah hampir mendekati normal," ujar Sambodo, Rabu (1/7/2020).

Dikatakan Sambodo, kepadatan kendaraan terjadi pada pagi maupun sore atau jam pergi-pulang kantor. "Tentu saja ada upaya pemerintah, ada surat edaran dari satuan gugus tugas yang menyatakan bahwa ada pembagian jam masuk kantor jam 07.00 dan jam 10.00. Ini saya rasa cukup membantu terutama bagi penumpang angkutan umum yang setiap pagi komuter bergerak dari arah kota-kota di sekitar Jakarta masuk Jakarta," ungkapnya.

Menyoal apakah sistem pembatasan kendaraan bermotor ganjil-genap akan diberlakukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan, Sambodo menyampaikan, polisi masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Ganjil-genap sampai sekarang masih menunggu gubernur, tentu pemerintah bersama Ditlantas Polda Metro Jaya, kita akan mengkaji karena apa? Karena kita kan berupaya supaya tetap menjaga physical distancing di kendaraan umum ya. Kalau misal kita aktifkan ganjil-genap, maka misal hari ini tanggal ganjil penumpang pemilik kendaraan ditanggal genap tentu dia akan mengalihkan ke angkutan umum. Jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen diangkutan umum tidak terjaga. Jadi sampai saat ini masih kita kaji apakah ganjil-genap akan diberlakukan atau tidak. Sekarang masih belum," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Susilo Dewanto dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Institut Studi Transportasi (INSTRAN) mengatakan, jumlah pengguna kendaraan pribadi sudah mendekati periode sebelum pandemi Covid-19 atau ketika masa normal, sekitar 96 persen.

Penggunaan kendaraan bermotor roda dua memiliki porsi sebesar 72,8 persen, disusul kendaraan roda empat dengan jumlah 26,5 persen. Sedangkan, kendaraan berat seperti bus atau truk berjumlah 0,7 persen.



Sumber: BeritaSatu.com