Anies: Pasar dan KRL Akan Diawasi Ketat 14 Hari ke Depan

Anies: Pasar dan KRL Akan Diawasi Ketat 14 Hari ke Depan
Ilustrasi penumpang kereta api. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Yustinus Paat / BW Rabu, 1 Juli 2020 | 17:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pasar dan kereta rel listrik (KRL) akan diawasi secara ketat selama perpanjangan pembatasan social berskala besar (PSBB) transisi, 14 hari ke depan. Pasalnya, dua area itu menjadi tempat yang sering terjadi penularan Covid-19.

"Ada dua area (pasar dan KRL) yang dilakukan peningkatan pengawasan, karena sering jadi tempat penularan. Pasar dan KRL jadi PR untuk dituntaskan," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Terkait pasar, kata Anies, dalam catatan Gugus Tugas Pemprov DKI Jakarta, terdapat 19 pasar yang sempat ditutup dalam periode pertama Juni 2020 karena pedagangnya terpapar Covid-19.

Dalam 14 hari ke depan, kata dia, ASN Pemprov DKI bersama TNI-Polri akan terjun langsung mengawasi secara ketat pasar di DKI Jakarta.

"Pasar yang dikelola Pemprov lewat PD Pasar Jaya ada 155, dan ada 150 pasar yang sifatnya berbasis komunitas bukan dikelola Pasar Jaya, tetapi beroperasi di kawasan masyarakat. Jadi total ada 300-an pasar, dan 300 pasar ini akan diawasi ketat," ungkap Anies.

Salah satu poin pengetatan di pasar, menurut Anies, adalah jumlah orang yang masuk ke pasar akan dikendalikan. Jumlah orang masuk pasar, kata dia, tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas pasar.

"Dan ini dikendalikan dengan petugas yang ditempatkan di pintu masuk pasar, untuk mengendalikan jumlah orang dalam satu waktu," tutur dia.

Namun, lanjut Anies, jam operasional pasar kembali normal dengan tujuan agar jam operasinya panjang, sehingga bisa menyebar jumlah pengunjung atau pembeli. Sementara sistem ganjil genap di pasar ditiadakan karena tidak efektif.

Selain pasar, kata Anies, pengawasan secara ketat juga akan dilakukan di KRL. Pasalnya, interaksi antara orang di KRL juga cukup tinggi sehingga berpotensi besar menularkan Covid-19.

"Secara umum, nanti jajaran baik TNI, polisi, dan Pemprov DKI akan bekerja sama dengan PT KCI untuk bisa memantau pengaturan di KRL," tandas dia.

"Tempat-tempat lain relatif terkendali, baik pengelola maupun pengunjungnya. Perkantoran, pertokoan, kendaraan umum seperti MRT relatif terkendali," pungkas Anies menambahkan.



Sumber: BeritaSatu.com